Potret Pendistribusian Logistik Pilkada Sarolangun, Petugas Sempat Nginap di Tengah Hutan


SAROLANGUN- Proses pemungutan suara Pilkada Sarolangun telah selesai dilaksanakan, 15 Februari lalu. Saat ini, penyelenggara Pemilu tengah merampungkan proses rekapitulasi di tingkat PPK dan selanjutnya diteruskan ke KPUD untuk segera ditetapkan pemenangnya.

Namun dibalik suksesnya hajatan lima tahunan itu, tidak terlepas dari jerih payah penyelenggara dan aparat keamanan dalam proses distribusi logistik Pilkada. Mengingat, di Kabupaten Sarolangun terdapat sejumlah daerah yang sulit terjangkau, ditambah lagi cuaca hujan yang mengguyur Provinsi Jambi mejelang hari pencoblosan.

Bahkan, tim pendistribusian logistik terpaksa harus menginap di tengah hutan dengan ditemani gelapnya malam. Itu semua demi sebuah kotak suara agar pesta demokrasi bisa berjalan sukses.

Beberapa daerah yang sulit dijangkau, seperti lima desa di Kecamatan Pauh Dalam, yakni Desa Lamban Sigatal, Spintun dan Taman Bandung. Tak hanya itu, beberapa desa lainnya adalah, daerah eks Marga Bukit Bulan Kecamatan Limun, mulai dari Desa Lubuk Bedorong, Panca Karya, Meribung, Napal Melintang dan lainya dan eks Marga Bathin Pengambang Kecamatan Batang Asai, dari Desa Muaro Air Dua, hingga ke Bukit Tengkorak dan beberapa desa lainnya di daerah itu.

Hal ini diakibatkan jalan tanah yang berlumpur diguyur hujan hanya bisa dilalui oleh kendaraan doble gardan. Tak hanya itu, di Pauh Dalam penyelenggara terpaksa meminta bantuan jonder. Lantaran kendaraan yang mereka sewa tak bisa bergerak.

Namun bantuan itu hanya dibeberapa titik saja dan tidak memungkinkan dengan perjalan masih jauh dengan mengunakan jonder dan mengejar waktu, kotak suara harus sampai di kecamatan.

Kemudian penyelenggarapun melanjutkan perjalanan dengan bermotor, sayangnya hal ini juga terhambat akhirnya harus menginap di jalan di tengah hutan, karena jalan yang dilalui tidak bisa dilintasi akibat tumbangnya pohon yang diterpa angin dan hujan di badan jalan.

Komisioner KPUD Sarolangun, Toriq Kurniawan mengakui ada bebera daerah di Sarolangun yang cukup berat dilalui walau menggunakan kendaraan doble gardan sekalipun.

"Luar biasa, kami dari KPU memberikan aspreasi setingginya kepada penyelenggara baik di tingkat desa dan juga pihak PPK, kinerja mereka luar biasa," ujar Toriq pada Metro Jambi.

Ia juga mengakui, atas bantuan pihak keamanan TNI dan Polri ikut mengawal bahkan ikut membantu penyelenggara mengantarkan kotak suara dari TPS ke PPK. Bahkan di Pauh dalam penyelenggara terpaksa menginap di jalan.

"Di pauh dalam penyelenggara terpaksa nginap dijalan. Yang Seharusnya tidak terjadi karena buruknya akses jalan yang bisa ditempuh beberapa jam saja ini jadinya 24 jam," tambah Toriq.

Dengan sampainya kotak suara baik dari Pauh Dalam, eks Marga Bukit Bulan dan eks Bathin Pengambang dengan aman di PPK ia mengucapkan terima kasih terutama kepada TNI dan Polri.

"Kami juga merasa terharu melihat perjuangan mereka dan rasa tanggung jawabnya. Apalagi dengan pihak TNI dan Polri yang telah mengawal kotak suara sampai di PPK dengan aman ini kami ucapkan terimakasih tak terhingga atas bantuanya," kata Toriq lagi.

Penulis: Luncai Hendri

comments

Foto Lainnya