Rabu, 18 Juli 2018

Jengkol Masuk Penyumbang Inflasi Jambi dan Bungo


Jumat, 05 Juni 2015 | 14:34:13 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Meningkatnya laju inflasi menjelang hari besar keagamaan (Ramadan) di Jambi disebabkan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok. Dari 10 komoditi yang menyebabkan peningkatan inflasi di Jambi, salah satunya adalah jengkol.

Berdasarkan data, jengkol saat ini berada di urutan ke-9 penyumbang terbesar peningkatan laju Inflasi dari 10 komoditi yang ada di Jambi. Yang pertama yaitu daging, kemudian berturut-turut ayam ras, cabai merah, kkan nila, bayam, kangkung, tomat sayur, teluar ayam ras, pisang, jengkol, dan jeruk.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ridham Priskap, mengatakan masuknya jengkol sebagai salah satu penyumbang laju inflasi terbesar di Jambi merupakan hal yang luar biasa.

"Ini merupakan hal yang kuar biasa ya. Selama ini kita mungkin menganggap sepele jengkol, malah bisa membuat laju inflasi," sebut Ridham.

"Dulu masyarakat menganggap jengkol bau dan sebagainya, tapi sekarang orang mencari-cari," ujarnya lagi.

Tidak hanya di Jambi, di Kabupaten Bungo jengkol juga berada di urutan 3 dari 10 penyumbang laju inflasi lainnya. Berdasarkan urutannya, yang pertama daging ayam ras, telur ayam ras, jengkol, ikan nila, beras, terong panjang, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, rokok putih, dan gula pasir.

Seperti data yang dihimpun, jengkol di Jambi menyumbang Inflasi sebesar 0,0343, sedangkan di Bungo sebesar 0,706.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi, V Carlusa, mengatakan laju inflasi Kota Jambi mencapai 1,18 persen. Pada Mei 2015 bisa ditekan dengan sidak ke pasar oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Ia mengatakan, dari suara perhitungan inflasi dari sekian banyak prodak lebih dari 200 prodak yang diukur kenaikan harganya secara berkala yang diukur.

"Salah satu yang diukur itu jengkol, ada juga beras, dan lainnya, tapi kebetulan salah satu yang melonjak inflasinya itu jengkol," ujarnya.



Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments