Minggu, 26 Februari 2017

Batu Akik Panca Warna Ditawar Sampai Rp 40 Juta


Senin, 08 Juni 2015 | 13:25:47 WIB


Berbagai macam batu akik.
Berbagai macam batu akik. / JPNN

JPNN.com KEPANJEN – Berbagai batu akik yang nangkring di etalase saat Kontes Batu dan Permata Jawa Timur, di Stadion Kanjuruhan Jumat (5/6) kemarin menarik perhatian pengunjung.

Dalam kontes tersebut, berbagai batu dengan berbagai motif dan warna ini dipamerkan, baik yang sudah diolah maupun dalam bentuk bongkahan batu.

Ada 38 kelompok peserta dari Jawa Timur turut meramaikan kontes yang akan digelar sampai Minggu (7/6).

Di antara batu yang akik yang dipamerkan adalah, batu panca warna, lumut warna, loreng kwok, bacan, mani gajah, dan berbagai jenis lainnya.

Seperti yang dibawa oleh Purwanto, salah satu peserta kontes mengatakan, batu yang dia bawa tersebut asli dari Dampit. “Ada banyak macamnya yang kami bawa,” kata dia Purwanto seperti yang dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group).

Dia pun menunjukkan berbagai batu akik yang mereka bawa. Baik yang sudah diolah menjadi batu yang siap pakai, maupun yang masih bentuk bongkahan yang belum dipotong.

Dari kelompoknya ini, mereka mempunyai andalan batu panca warna. “Karena sudah pernah menang kontes,” kata dia.

Karena batu panca warna yang dibawa ini membawa menjadi juara, sempat ada orang yang menawar harga sampai Rp 40 juta.

“Oleh kami itu belum kami perbolehkan,” kata dia sambil menunjuk foto panca warna juara tersebut.

Panca warna ini menang, lanjut dia, karena berbagai pertimbangan. Di antaranya, motifnya bagus, dan warnanya ramai. Mulai dari merah, hijau, kuning, orange, putih, dan coklat semua menjadi satu.

“Yang tak kalah penting batu tersebut mempunyai, tingkat kekerasan yang tinggi,’ terang dia. Saat ini batu yang juara tersebut disimpan, demi alasan keamanan.

Sementara Sumarsono, Ketua Arek Komunitas Batu dan Permata (AKBP) Malang mengatakan, acara tersebut dibuat untuk mewadahi masyarakat yang ada di Malang.

“Selain itu juga untuk mengangkat nilai batu lokal Malang,” ujar dia.

Malang, lanjut dia mempunyai  potensi yang sangat besar mengenai batu akik, terlebih lagi di Kabupaten Malang. Dalam acara tersebut, selain untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Dengan usaha ini saya harap dapat meningkatkan ekonomi warga,” kata dia.

Dalam bentuk komunitas itu, lanjut dia, ingin mengkampanyekan mencintai batu dan menyayangi alam. “Supaya tidak ada ekploitasi, dan sehingga kami gunakan jargon terserbut,” tukas Sumarsono.


Penulis: awa/lid/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments