Minggu, 20 Agustus 2017

Sudah Ditertibkan, Puspayoga: Tidak Ada Lagi Koperasi Abal-abal


Rabu, 20 Juli 2016 | 23:19:12 WIB


Menteri Koperasi AAGN (pakai batik) saat menghadiri pelantikan pengurus Dekopinwil Provinsi Jambi.
Menteri Koperasi AAGN (pakai batik) saat menghadiri pelantikan pengurus Dekopinwil Provinsi Jambi. / Humas Pemprov Jambi

JAMBI - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), AAGN Puspayoga, menyatakan di Indonesia sudah tidak ada lagi koperasi abal-abal karena sudah dibekukan. Ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Jambi, Rabu (20/7).

“Tidak ada lagi koperasi abal-abal. Koperasi sekarang adalah koperasi yang benar-benar aktif, yang memang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)," kata Puspayoga.

Disebutkannya, akhir tahun 2015 lalu jumlah koperasi di Indonesia tercacat sebanyak 212 ribu lebih. Namun setelah dilakukan penertiban lewat pendataan, yang aktif ternyata hanya 147 ribu koperasi.

“Jadi kementerian Koperasi dan UKM sudah membuat database untuk 147 ribu koperasi aktif itu, agar bisa kita sinergikan dengan gubernur dan bupati/walikota masing-masing. Sisanya lebih dari 62 ribu tidak aktif dan tidak kita masukan ke dalam data base Kementerian karena sudah dibekukan," ujarnya.

Lebih lanjut Puspayoga mengatakan, pihaknya juga membuat skema RAT untuk koperasi yang mempunyai anggota 25-70 ribu orang, yakni dengan mengunakan IT. “Itu dilakukan supaya tidak boros dari segi keuangan. Kalau mengumpulkan 70 ribu orang bisa menghabiskan Rp 2 miliar, dengan IT hanya cukup Rp 100 juta. Dan ini sudah dilakukan koperasi yang mempunyai anggota banyak," bebernya.

Menurutnya, saat ini adalah saatnya untuk melakukan reformasi koperasi. Tanpa reformasi tentunya koperasi akan jalan di tempat.

"Seperti arahan Presiden, jika tidak ada reformasi koperasi, maka koperasi tidak akan memberikan kesejahteraan bagi anggotanya. Dan Kementerian Koperasi sudah mempunyai tiga langkah untuk itu. Yakni rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi," pungkasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments