Jumat, 26 Mei 2017

Biaya Kuliah Jangan Dianggap Beban Tetapi Investasi


Sabtu, 06 Agustus 2016 | 13:21:37 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

SEJAK bulan Juli sampai Agustus ini anak-anak yang telah lulus SMA dan juga orang tuanya sedang sibuk mendaftar masuk ke Perguruan Tinggi melalui empat jalur yang telah disediakan yaitu; pertama jalur SNMPTN, SBMPTN, UMBPT, dan yang terakhir Seleksi Jalur Mandiri (SLM). Tentunya saya mengucapkan selamat bagi adik-adik yang telah lulus melalui ketiga jalur pertama, dan yang masih berjuang di jalur SLM saya doakan semoga lulus murni.

Setelah dinyatakan lulus kemudian daftar ulang, maka biasanya yang menjadi momok orang tua dan mahasiswa adalah berapa besaran SPP atau sekarang disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester? Besaran UKT mahasiswa berbeda-beda sesuai dengan penghasilan orang tua, beban yang di tanggung orang tua dan sebagainya, sesuai indikator yang telah ditentukan di formulir. Setelah dihitung dan diverifikasi, akhirnya muncullah angka UKT 3 juta, 4 juta, 5 juta dan seterusnya per semester.

Setelah mengetahui besaran UKT yang harus dibayarkan tersebut, reaksi orang tua dan mahasiswa berbeda beda. Ada yang bisa menerima/biasa-biasa saja, ada yang merasa merasa keberatan/mahal, ada yang protes, dan lain-lain.

Terkait biaya pendidikan di universitas (UKT) saya punya pendapat begini..

Pertama rencanakan keuangan pendidikan anak. Para orang tua harus cerdas dan benar-benar mempersiapkan keuangan untuk sekolah anaknya. Tidak bisa tidak di zaman sekarang ini memang tidak ada yang gratis, termasuk kuliah, dari dulu sampai sekarang memang ada biayanya. Jadi bila anda merasa berat/mahal membayar UKT (hitungan sesuai prosedur) berarti anda tidak mempersiapkan/merencanakan biaya masa depan (pendidikan) anak anda.

Anda sendiri yang tahu berapa kekuatan keuangan anda, dan bila memang anak anda ingin kuliah, semua bisa direncanakan sejak anak duduk dibangku SMA. Dengan cara bertanya kepada sanak saudara berapa biaya UKT saat itu kemudian memprediksi kenaikan UKT 3 tahun kemudian saat anak anda lulus SMA, setelah itu baru menyisihkan pendapatan untuk persiapan kuliah.

Bahkan biaya pendidikan bisa direncana mulai dari anak masih kecil dengan ikut asuransi pendidikan. Nantinya uang anda bisa dicairkan saat anak anda masuk SD, SMP, SMA, dan kuliah, sehingga anda tidak kelabakan saat membayar uang masuk dan spp sekolah anak anda.

Kedua Uang Kuliah Tunggal (UKT) = Investasi. Bagi orang tua dan mahasiswa jangan menganggap UKT sebagai beban, tetapi anggaplah UKT itu sebagai investasi bagi masa depan anda. Hitung hitungannya begini, misalnya UKT 3 juta per semester atau (per 6 bulan), berarti biaya UKT hanya Rp 500.000,- per bulan, kemudian biaya kos per bulan Rp 500.000,- dan biaya hidup standar 1 juta, maka total biaya adalah 2 juta per bulan (+/-). Maka pada saat anda nanti lulus dan mulai bekerja dengan penghasilan awal 2 juta per bulan dan bahkan bisa terus naik, maka investasi anda selama 4 tahun kuliah akan membuahkan hasil.

Bahkan bila anda bisa membagi waktu, kuliah sambil kerja/bisnis dan mendapatkan penghasilan, bisa untuk mengurangi atau bahkan menutup biaya hidup dan kuliah anda 2 juta per bulan. Jadi jangan jadikan UKT sebagai beban, tetapi sebagai investasi dan pemicu bagi anda untuk giat belajar agar uang yang telah orang tua keluarkan untuk investasi bisa benar-benar “menguntungkan” setelah empat tahun.

Ketiga, saya berharap kepada pihak universitas untuk benar-benar teliti memproses pengajuan UKT mahasiswa sesuai dengan kondisi/kemampuan keuangan orang tua. Jangan sampai “bermain” dengan proses sehingga menyebabkan anak tidak bisa kuliah karena orang tua benar-benar tidak mampu.

Terakhir mahasiswa harus aktif mencari informasi beasiswa (bidik misi), manfaatkan benar beasiswa ini. Khususnya bagi mahasiswa yang pintar tapi kurang mampu untuk berjuang mendapatkan bidik misi sehingga anda tetap bisa kuliah tanpa harus memberatkan orang tua anda.

*) Penulis adalah dosen Fisipol Universitas Jambi


Penulis: Mochammad Farisi, SH., LL.M*
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments