Minggu, 30 April 2017

Singapura Mulai Ujicoba Taksi Tanpa Sopir


Jumat, 26 Agustus 2016 | 14:06:30 WIB


Salah satu mobil nuTonomy yang sudah bersoftware driverless.
Salah satu mobil nuTonomy yang sudah bersoftware driverless. / NUTONOMY

MOBIL yang bisa melaju tanpa pengemudi di belakang setir sedang hits di dunia otomotif. Beberapa pabrikan mobil raksasa sudah meluncurkan prototype mobil-mobil berjalan sendiri itu dengan kelebihan masing-masing. Namun, untuk memiliki mobil-mobil itu dan memarkirnya di garasi rumah sepertinya bakal lama.

Tetapi, jika penasaran naik mobil tanpa driver, melancong saja ke Singapura. Di Negeri Singa itu sudah ada taksi tanpa pengemudi, gratis lagi. Masih trial sih, namun itu menjawab rasa penasaran mereka yang sudah dipameri mobil-mobil non-driver yang dimiliki Google atau Uber. Benar-benar enggak pakai sopir? Untuk sementara ini, masih ada. Tetapi, si sopir tidak nyetir, dia berada di belakang kemudi untuk memonitor performa mobil.

Bukan pabrikan mobil raksasa yang meluncurkan layanan ini. Nama perusahaannya nuTonomy. Itu adalah perusahaan start-up yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Spesialisasi mereka, mengembangkan software untuk mobil nyetir sendiri atau self-driving car. Perusahaan tersebut berdiri pada 2013 oleh dua peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan spesialiasi robot dan teknologi driverless. Perusahaan itu punya dua kantor, di AS dan Singapura.

Tahun ini nuTonomy menjadi perusahaan pertama yang mendapatkan izin dari pemerintah Singapura untuk menjajal mobil self-driving di beberapa kawasan. Dan, mulai hari ini (25/8) mereka bisa menarik penumpang.

Tetapi jangan bayangkan mobil yang digunakan bergaya futuristik yang nge-hits. Mengingat nuTonomy bukan perusahaan mobil, mereka menggunakan mobil elektrik Renault dan Mitsubishi yang sudah dilengkapi dengan software dan kamera nuTonomy. Untuk bisa menggunakannya, Anda cukup mendaftar di situs nuTonomy. Kalau terpilih, silahkan naik taksi mereka. ”Kami memilih Singapura karena negeri ini adalah surganya taksi. Memiliki mobil sangat mahal dan tarif taksi juga mahal. Ini adalah jawabannya,” ujar perusahaan itu dalam rilisnya. Tertarik?


Penulis: (BCC/tia)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments