Rabu, 18 Oktober 2017

Unik, Bunga Bangkai Berbau Amis Tumbuh di Halaman Sekolah


Rabu, 26 Oktober 2016 | 14:53:40 WIB


BUNGA BANGKAI: Guru SMP Nursalam Hari Ramadan saat memperlihatkan bungai bangkai yang ditemukan di Kampung Cibeureum Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang kemarin
BUNGA BANGKAI: Guru SMP Nursalam Hari Ramadan saat memperlihatkan bungai bangkai yang ditemukan di Kampung Cibeureum Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang kemarin / Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya/JawaPos.com

BUNGA bangkai menarik perhatian warga Kampung Cibeureum Kaler Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya. Bunga berjenis amorphophallus paeoniifolius itu tumbuh di Komplek SMP Nursalam.

Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group) melaporkan, bunga itu menebarkan bau amis sehingga dikerubungi lalat. Bunga bangkai itu tepatnya tumbuh di halaman depan rumah Abdul Majid, warga Kampung Cibeureum Kaler.

Bunga berdiameter sekitar 60 centimeter dan tinggi 50 centimeter. Bunga ini ditemukan oleh Solehudin, siswa SMP Nursalam pada Senin (24/10) sekitar pukul 10.00.

Solehudin menyatakan dirinya menemukan bungai bangkai itu saat beristirahat dengan teman-temannya. “Pertama lihat kaget. Tapi kami penasaran mendekatinya supaya lebih jelas sebelum dilaporkan kepada guru,” katanya.

Saat ditemukan, tambah dia, kondisi bunga itu sudah mekar dan mengeluarkan bau amis.

Guru SMP Nursalam Hari Ramadan menerangkan bunga bangkai ini tidak hanya menyedot perhatian warga sekolah. Tetapi juga masyarakat luar. Keunikan pada bunga bangkai ini dikerubungi oleh lalat dan serangga. Layaknya bangkai.

Aroma amis khas bunga bangkai, kata dia, selalu tercium ketika siang hari. Namun tidak terlalu menyengat. “Kalau malam lebih tajam tercium bau amis itu,” tuturnya.

Keberadaan bunga bangkai ini, terang dia, dimanfaatkan pihak sekolah untuk dijadikan bahan pengetahuan para pelajar. “Para siswa merasa heran karena tumbuh bunga berukuran besar di halaman sekolah. Tetapi kita jelaskan secara ilmu pengetahuan, biologi, jika ini merupakan bunga bangkai yang tumbuh secara langka," jelas Hari.

Pemilik rumah Abdul Majid (91) menerangkan tumbuhnya bunga bangkai di halaman rumahnya bukan yang pertama kali. Sekitar delapan tahun lalu juga pernah terjadi. Namun bentuk dan ukurannya berbeda. "Letaknya berjarak dua meter dari tumbuhnya bunga bangkai yang ini (yang ditemukan Senin, 24/10, Red.). Namun waktu itu (bunga bangkai delapan tahun lalu, Red.) bentuk sama, warnanya sedikit berbeda ," ujar dia.


Penulis: (ujg/yuz/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments