Minggu, 17 Desember 2017

Indahnya Perpaduan Batik dan Gaun Eropa


Senin, 14 November 2016 | 14:47:39 WIB


PADUAN BENUA: Dari kiri, Sella Nursalim, Enda Rikkusan, dan Calista Natasha mengenakan busana rancangan Paulus Sugiharto.
PADUAN BENUA: Dari kiri, Sella Nursalim, Enda Rikkusan, dan Calista Natasha mengenakan busana rancangan Paulus Sugiharto. / Arya Dhitya/Jawa Pos/JawaPos.com

BATIK memiliki kekayaan motif. Karena itulah, kini semakin banyak desainer yang menggunakan kain batik dalam rancangannya. Termasuk untuk wedding dress.

Permainan pola batik dengan kombinasi kain duchess bisa menghasilkan gaun elegan yang tetap sakral. Desainer Bridal Paulus Sugiharto, misalnya.

Dia menggunakan batik parang berwarna cokelat tua dalam rancangan wedding dress bergaya Eropa. Tentu, warna putih masih mendominasi.

’’Perpaduan Eropa dan batik itu jadi tren saat ini,’’ katanya saat melakukan fitting di Shangri-La Hotel, Surabaya, Kamis (3/11). Kesan klasik dan modern dari gaya Eropa sama-sama dominan.

Meski begitu, keduanya memberikan sentuhan yang berbeda dalam wedding dress. Menurut Paulus, pernikahan menjadi momentum yang ditunggu oleh siapa saja.

Tak heran, persiapan dilakukan secara maksimal. Termasuk dalam merancang wedding dress. ’’Apalagi untuk memunculkan kesan sakral, aplikasi batik sangat cocok,’’ ungkap owner Paulus Hair and Bridal Salon tersebut.

Selain itu, motif batik memiliki banyak varian yang bisa dipilih sesuai selera. Dalam desainnya, Paulus menggunakan batik sebagai ’’ekor’’ gaun yang memanjang 1,5 meter ke belakang.

Kain batik itu memang dipadukan dengan bawahan dress berpotongan ball gown. Panjang-pendeknya gaun bisa disesuaikan dengan konsep pesta. Misalnya untuk acara indoor, Paulus menyarankan ekor gaun panjang.

’’Kira-kira sepanjang 2 meter,’’ ujarnya. Dengan begitu, pengantin dapat terlihat lebih wow dan elegan. Sedangkan untuk konsep outdoor, Paulus menyarankan gaun berbentuk A-line yang tidak berekor.

Sementara di bagian atas dress, Paulus menambahkan bolero tipis berbahan kain tile Prancis. Sesuai dengan fungsinya melekat di kulit pemakainya, kain tile tersebut memberikan kenyamanan.

Selain tidak panas, kain itu tidak menyebabkan gatal. Paulus memberikan payet pada boleronya. Ada dua bentuk bolero. Yakni, lengan panjang dan potongan pendek.

’’Dapat disesuaikan dengan keinginan pengantinnya,’’ ujarnya. Bolero itu punya banyak fungsi. Selain menciptakan kesan lebih formal, bolero bisa menjadi aksesori tambahan.

’’Jadi, tidak perlu lagi pakai aksesori seperti kalung,’’ tambah pria yang terjun di dunia desain bridal sejak 21 tahun lalu tersebut.

Bolero itu juga dapat dilepas. Misalnya, untuk akad nikah, tambahan bolero berbahan kain tile tersebut bisa menambah kesan sakral. Sedangkan untuk pesta, bolero dapat dilepas apabila ingin kesan lebih santai.


Penulis: (bri/c7/dos/sep/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments