Minggu, 19 November 2017

Hati-hati, Bayi Baru Lahir Jangan Langsung Dimandikan


Rabu, 07 Desember 2016 | 16:15:48 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

BAYI baru lahir membutuhkan adaptasi dengan udara dan suhu di lingkungan. Apalagi bayi baru lahir yang berstatus prematur membutuhkan penanganan khusus.

Suhu bayi harus dijaga jangan sampai kehilangan panas. Kondisi ini sama risikonya dengan bayi normal.

Hanya saja bayi normal memiliki kondisi paru-paru yang sudah matang. Bayi normal sudah memiliki kemampuan menghisap dan menelan meski risiko kehilangan panas tetap ada.

“Namanya baru lahir masih adaptasi. Bayi normal tetap berisiko kehilangan panas tetap akan ada, kesulitan minum tetap ada,” kata Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Yeni Rustina kepada JawaPos.com, Selasa (6/12).

Untuk mencegah bayi kehilangan panas, bayi jangan dimandikan selama enam jam pertama. Setelah dipakaikan popok, bayi sebaiknya langsung ditempelkan ke dada ibunya dengan metode skin to skin.

“Jangan dulu dimandikan, biarkan dulu supaya lahir normal bisa beradaptasi suhunya, setelah itu boleh,” tegasnya.

Setelah lahir, bayi sebaiknya langsung ditempelkan dengan metode Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Penelitian menyebutkan secara alamiah panas tubuh ibu akan pindah ke tubuh bayi sehingga bayi menjadi lebih hangat.

“Panas ibu bisa ke ibu, panas bayi ke ibu. Misalnya bayi kedinginan, suhu ibu naik 2 derajat untuk hangatkan bayinya, dengan mekanisme konduksi. Sedangkan kalau bayi kepanasan, suhu ibu turun 1 derajat ,” jelasnya.

Kondisi bayi kehilangan panas bisa memicu angka kematian bayi. Menurut Millenium Development Goals (MDGs) jumlah angka kematian bayi masih tinggi.

Setelah dievaluasi selama lima tahun, penurunan angka dan upaya tersebut belum optimal.

“Dulu angka kematian bayi 34/1000 angka kelahiran hidup. Dievaluasi setelah 5 tahun pada 2012, angka kematian bayi 32/1000 kelahiran hidup. Selama 5 tahun hanya turun 2 poin pada bayi usia 28 hari. Sedangkan usia 0-28 hari tetap tidak turun yaitu 19/1000 kelahiran hidup,” tukas Yeni.


Penulis: (cr1/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments