Senin, 27 Maret 2017

Nah! Miliaran Akun Yahoo Diretas

Agen FBI dan CIA Jadi Korban

Jumat, 16 Desember 2016 | 11:22:36 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JUMLAH akun Yahoo! yang diretas luar biasa. Pada Rabu (14/12), perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, Amerika Serikat (AS), tersebut mengungkapkan bahwa hackers telah meretas lebih dari 1 miliar akun.

Peretasan terbesar sepanjang sejarah itu terungkap dari hasil penyelidikan peretasan lainnya. September lalu, Yahoo! menyatakan bahwa sekitar 500 juta akun pelanggan mereka telah diretas pada 2014. Setelah diselidiki, ternyata ada peretasan yang lebih besar setahun sebelumnya. Hackers mencuri password, nama, dan data-data penting lainnya dari para pengguna Yahoo!.

''Yahoo! telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan akun pengguna. Kami juga bekerja sama dengan para penegak hukum,'' demikian pernyataan pihak Yahoo Rabu lalu. Yahoo! menuding bahwa para peretas tersebut disponsori negara tertentu. Namun, tidak disebutkan secara pasti negara mana yang mereka tuding.

Peretasan yang baru terungkap itu membuat pemerintah ketir-ketir. Sebab, hal tersebut bisa mengancam keamanan nasional. Ada lebih dari 150 ribu data pegawai pemerintah dan militer yang ikut diretas. Nama-nama, password, nomor telepon, pertanyaan keamanan, tanggal lahir, serta alamat e-mail cadangan mereka kini berada di tangan penjahat cyber.

Beberapa di antara korban adalah staf dan mantan staf Gedung Putih, anggota Kongres AS dan para ajudannya, agen-agen FBI, pejabat di Badan Keamanan Nasional (NSA), serta para pegawai CIA. Data Yahoo! milik kantor direktur Inteligen Nasional dan masing-masing cabangnya di militer AS ikut menjadi korban peretasan. Begitu pula data-data milik diplomat serta mantan diplomat Pakistan, Syria, dan Afrika Selatan yang bertugas di AS.

Sementara itu, FBI dan agen rahasia AS telah menangkap Joshua Samuel Aaron di bandara internasional John F. Kennedy, New York. Pria 32 tahun tersebut merupakan salah seorang pelaku cyber-attack pada perusahaan-perusahaan finansial. Aaron dibawa ke meja hijau kemarin (15/12).


Penulis: (Reuters/AFP/Bloomberg/BBC/sha/c18/any)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments