Senin, 28 Mei 2018


Waduh...Dunia Terancam tanpa Antibiotik


Selasa, 27 Desember 2016 | 13:46:25 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Kalau keadaan itu tidak diatasi dengan segera dan secara serius, sangat mungkin dunia akan kembali ke era sebelum antibiotik ditemukan. Jalan keluar mengatasi keadaan itu saat ini hanyalah pencegahan supaya tidak terjadi infeksi. Kalaupun ada infeksi, gunakan antibiotik secara tepat dan bijaksana sesuai saran dan resep dokter.

Di AS, bakteri yang resistan terhadap antibiotik dilaporkan menginfeksi sekitar 2 juta orang setiap tahun dan sebanyak 23 ribu orang tidak bisa diselamatkan. Para ilmuwan mulai memikirkan bagaimana jika antibiotik yang beredar sekarang tidak lagi mampu melindungi manusia dari infeksi. ”Orang dengan sistem kekebalan yang lemah akan sangat rentan, tapi siapa pun punya risiko yang sama di dunia pasca-antibiotik,” papar Cesar de la Fuente, bioengineer dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Ada beberapa langkah yang ditempuh untuk melawan bakteri mematikan. Pertama, bakteri tidak selalu harus dimatikan selama bisa dinetralkan. ”Bakteri akan tetap ada, namun infeksi yang ditimbulkan tidak parah. Proses itu akan menghasilkan sistem kekebalan pada tubuh, kesempatan untuk memerangi infeksi tersebut,” ujar François Franceschi, program officer untuk pengembangan terapi Bacteriology and Mycology Branch, National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

Kedua, membuat antibiotik yang ada sekarang menjadi lebih efektif. Para ilmuwan sedang meneliti penggunaan partikel nano untuk menghasilkan obat kanker dan antibiotik. Antibiotik menyebar ke seluruh tubuh dan merupakan racun dalam dosis tinggi. Dengan partikel nano, obat dalam konsentrasi tinggi bisa disatukan dalam satu partikel. ”Kekuatannya mampu menghadang mekanisme resistansi bakteri,” ujar Liangfang Zhang, nanoengineer University of California, San Diego.

Alternatif lain adalah memanfaatkan phage (sejumlah virus yang menginfeksi bakteri dan bisa mematikannya). ”Pada dasarnya mereka adalah musuh natural bakteri,” ucap Lu. Atau, menggabungkan berbagai strategi di atas untuk menghambat pertahanan bakteri. ”Bakteri berkembang dengan sangat cepat dan kita harus terus menemukan cara baru untuk menangkalnya,” lanjutnya.


Penulis: (len/c7/ayi)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments