Kamis, 25 Mei 2017

Mengelola Konflik


Jumat, 30 Desember 2016 | 10:43:26 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Penulis akan coba menganalisis kasus ini dari perspektif konflik. Konflik pada dasarnya merupakan suatu proses yang dimulai pada saat suatu pihak merasa dibuat tidak senang oleh pihak lain mengenai sesuatu yang oleh pihak pertama dianggap penting (dalam kasus ini lafaz ALLAH diletakkan ditempat yang tidak layak).
Konflik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu; berdasarkan pelakunya, berdasarkan penyebabnya dan berdasarkan akibatnya.
Berdasarkan akibatnya, konflik dapat berifat baik atau buruk. Konflik merupakan suasana batin yang berisi kegelisahan dan pertentangan antara dua motif yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang saling bertentangan.

Bila tidak dikendalikan secara baik akan menimbulkan dampak negatif yang pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan ditengah msyarakat. Namun apabila kita mampu mengelola konflik ini, justru akan menjadi kekuatan baru dan berdampak positif bagi integrasi masyarakat.

Dalam perspektif konflik, maka konflik ini pada hakikatnya merupakan suatu proses dinamis yang sebenarnya dapat dilihat, diuraikan dan dianalisis. Memang dalam pandangan tradisional konflik merupakan hal yang buruk, negatif, merugikan yang harus dihindari dan diatasi, namun dalam pandanangan interaksional konflik merupakan suatu kekuatan positif dalam suatu kelompok (masyarakat Jambi) untuk berkinerja secara efektif.

Dalam konflik “penistaan agama” ini penulis ingin masyarakat Jambi merubah konotasi negatif dari konflik ini menjadi berkonotasi positif, maksudnya mari kita jadikan kasus yang terjadi ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk lebih meningkatkan komunikasi dan penguatan hubungan antara semua elemen masyarakat. karena pada dasarnya perbedaan, pertentangan dan konflik merupakan kewajaran dalam dinamika kehidupan manusia.
Konflik tidak bisa dihindari tetapi bisa dikendalikan, dikelola bahkan disinergikan menjadi sesuatu yang dinamis.

Penulis: Mochammad Farisi, SH, LL.M, Dosen Fisipol Unja
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments