Selasa, 28 Maret 2017

Mengelola Konflik


Jumat, 30 Desember 2016 | 10:43:26 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JUM'AT (23/12) rakyat Bumi Sepucuk Jambi Sembilah Lurah tersentak dengan kejadian yang sungguh sangat tidak bermartabat yaitu pembuatan ornamen atau lafaz  “ALLAH” tuhan umat Islam yang diletakkan tidak sebagaimana mestinya sehingga memancing kemarahan umat Islam yang ada di Jambi.

Mengikuti perkebangan kasus di media dan hasil diskusi dengan beberapa pihak, meskipun kepolisian masih melakukan penyelidikan, namun penulis yakin bahwa motif sebenarnya hanyalah ingin membuat konflik memecah belah kerukunan umat beragama yang ada di Indonesia khususnya di Jambi yang terkenal sangat aman, toleran dan menjunjung tinggi nilai-nilai Bineka Tunggal Ika.

Dalam kejadian ini, penulis sangat mengapresiasi kinerja para pemimpin di Jambi; Gubernur, Kapolda, Danrem, Walikota, dan seluruh elemen karena bergerak cepat menyelesaikan konflik ini sehingga tidak menimbulkan kerawanan yang berkelanjutan. Malam itu juga lokasi kejadian langsung di berikan sanksi penutupan sementara oleh Wali Kota Jambi dan besoknya (hari Sabtu) Gubernur dan Forkompinda berserta seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai ormas menyatakan sikap menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku serta sepakat untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Provinsi Jambi.

Penulis: Mochammad Farisi, SH, LL.M, Dosen Fisipol Unja
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments