Rabu, 28 Juni 2017

Nah! Ikut Aksi, Tapi Siswa SMKN 9 Ini Justru Bela Kebijakan Sekolah


Senin, 09 Januari 2017 | 14:54:46 WIB


Pelajar SMKN 9 Muarojambi saat menyampaikan aspirasinya
Pelajar SMKN 9 Muarojambi saat menyampaikan aspirasinya / Ardiansyah

JAMBI – Aksi pelajar SMKN 9 di Kantor Gubernur Jambi ditindaklanjuti Pemprov Jambi dengan duduk bersama siswa. Melalui perwakilan Pemprov, yakni asisten dan perwakilan dinas pendidikan, digelar pertemuan di ruang pola bersama siswa itu untuk membahas masalah ini.

Awalnya dalam tuntutan, puluhan siswa itu mengeluhkan adanya pungutan uang komite sekolah untuk membayar honorer yang dianggap tak bekerja. Kemudian, dana BOS juga dikeluhkan karena tak bisa digunakan untuk kegiatan sekolah.  

Namun anehnya, dalam pertemuan itu ada siswa yang justru tak setuju dengan tuntutan para siswa lainnya. Malah, siswa ini berbalik mendukung kebijakan sekolah.

Ia adalah, Princes, salah satu siswi sekolah itu. Ia menyebut, mengenai uang komite dan uang praktek yang memberatkan sebagian siswa, sebenarnya sudah berdasarkan kesepakatan para orang tua siswa.

"Kalau uang komite itu sudah kesepakatan oleh orang tua. Sebelumnya sudah dilakukan rapat mengenai besaran uang Komite dan sudah disetujui oleh orang tua masing-masing," katanya, saat menyampaikan aspirasi di ruang Pola, senin (9/1). Lanjutnya, di Indonesia merupakan negara birokrasi. Pendidikan di Indonesia, kata dia, tidaklah gratis, tapi harus bayar.

"Duit itu untuk pendidikan mereka. Ilmu itu tidak gratis, tapi mahal. Kami malu pak, seharusnya masalah kecil ini diselesaikan dan diomongin di sekolah, bukan di sini," pungkasnya.


Penulis: Ardiansyah
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments