Kamis, 25 Mei 2017

Luncurkan Program GenRe Goes to Pesantren, Kepala BKKBN: Menikah Harus Direncanakan


Senin, 09 Januari 2017 | 20:30:31 WIB


Kepala BKKBN (berpeci hitam) saat melakukan tanya jawab dengan Santri Ponpes As'ad Olak Kemang
Kepala BKKBN (berpeci hitam) saat melakukan tanya jawab dengan Santri Ponpes As'ad Olak Kemang / Ardiansyah

JAMBI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program Generasi Berencana (GenRe) Goes to Pesantren. Di Jambi sendiri, program ini juga sudah dilaksanakan.

Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty, didampingi Direktur Advokasi BKKBN RI, Sugiono, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Endang Agus Syafri, Senin (9/1), mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) As'ad, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi untuk mensosialisasikan program ini.

Surya mengatakan, tujuan dari program ini adalah agar remaja dapat turut merencanakan masa depan mereka. Kapan selesai sekolah dan kapan bekerja di masyarakat, serta kapan menikah.

"Menikah harus direncanakan. Jadi, menikah itu harus ada rencana, bukan karena bencana," kata Surya.

"Maka dari itu remaja Indonesia hindari 3 hal, katakan tidak kepada hubungan seks sebelum nikah, katakan tidak kepada pernikahan usia dini, dan katakan tidak pada narkoba," ujarnya lagi.

Dijelaskannya, alasan jangan menikah bagi wanita sebelum umur 21 tahun karena dianggap sel reproduksi wanita masih belum matang. Sehingga belum sanggup melahirkan anak yang berkualitas.

"Katakan tidak pada tiga hal ini, karena ini yang mengancam eksistensi kehidupan remaja Indonesia," jelasnya.

Surya menambahkan, pemerintah Indonesia mengharapkan generasi muda Indonesia adalah calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia paling tidak pada 2030 sampai 2045. Presiden Jokowi saat ini menggalakkan program revolusi mental tujuan membantu membentuk karakter manusia

"Menjadi pemimpin bangsa yang berkualitas, harus lah berkarakter untuk itu harus dibentuk oleh revolusi mental," ujarnya.

Lebih lanjut Surya mengatakan, karakter manusia itu ada tiga nilai dasar yaitu integritas etos kerja dan gotong royong. Maka revolusi mental berbasis sila pertama kedua dan ketiga menjadikan kita manusia yang berintegritas dan beretos kerja gotong royong berarti menjadi manusia yang merdeka, demokratis dan berhati mulia.

"Maka kita siap membangun Indonesia berdasarkan sila ke empat. Kemudian manusia yang merdeka, demokratis dan berhari mulia ini bisa membangun ekonomi kerakyatan sesuai dengan sila kelima," tandasnya.


Penulis: Ardiansyah
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments