Kamis, 30 Maret 2017

Marak Hoax, Indonesia Surati Pihak Facebook dan Twitter


Selasa, 10 Januari 2017 | 10:04:59 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA- Menyikapi maraknya berita palsu alias hoax beredar di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyurati pihak facebook dan twitter untuk menjadwalkan pertemuan.

"Sudah diterima (facebook dan twitter), masih diatur.  Diharapkan akhir Januari atau awal Februari bisa bertemu," kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, kepada Antara.

Dia menilai, keberadaan hoax ini sekarang juga menjadi persoalan bagi facebook dan twitter. Oleh karenanya pada pertemuan yang segera digelar itu diyakini bakal menghasilkan komitmen yang positif.

"Mereka perlu juga bantuan. kalau di tempatnya dia penuh hoax kan juga ga ada yang mau kan," katanya.

Jerman sudah lebih duluan menangani hoax di facebook. Pemerintah Jerman mengumumkan akan memberikan denda sebesar 500 ribu euro kepada Facebook untuk setiap berita palsu yang beredar.

Platform media sosial seperti Facebook dan Twitter tetap harus bertanggung jawab terhadap penyebaran berita-berita palsu tersebut. Hal ini sesuai dengan UU ITE.



Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments