Kamis, 29 Juni 2017

Sherrin Tharia: Kualitas dan Pangsa Pasar Busana Jambi Terus Ditingkatkan


Kamis, 02 Februari 2017 | 10:15:46 WIB


Foto bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj Sherrin Tharia Zola
Foto bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj Sherrin Tharia Zola / Ardiansyah

JAMBI- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj Sherrin Tharia Zola menyebutkan, kualitas dan pangsa pasar busana yang terbuat dari kain Jambi terus ditingkatkan.

Ini dilakukan, agar kualitas busana kain Jambi semakin baik dan semakin dikenal masyarakat luas, yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pengrajin kain.

Pernyataan ini disampaikan Sherrin Tharia usai pembukaan Indonesia Fashion Week 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (1/2).
Acara tersebut dibuka Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dan dihadiri Menteri Kebudayaan, Menteri Pariwisata, Menteri Luar Negeri, dan para duta besar dari negara tetangga.

Dalam Indonesia Fashion Week yang bertema Celebrations of Culture, Mengangkat Kearifan Budaya Lokal dalam Menghadapi Persaingan Global tersebut, setiap provinsi di Indonesia menampilkan busana dari kain daerah masing-masing.

Provinsi Jambi sendiri menampilkan berbagai model busana dengan berbagai varian motif yang berbahan kain dan batik Jambi.
Sherrin mengatakan, untuk meningkatkan kualitas dan pangsa pasar busana kain Jambi, pengrajin harus dibina secara berkelanjutan, terutama para pengrajin kecil.

Untuk itu, Dekranasda Provinsi Jambi bersinergi dengan Dekranasda kabupaten/kota se Provinsi Jambi berupaya merangkul dan lebih intens memberikan pelatihan kepada para pengrajin, serta berusaha bekerja sama dengan seluruh pihak terkait.

Sherrin menerangkan, salah satu langkah yang ditempuh Dekranasda Provinsi Jambi untuk meningkatkan kualitas dan pangsa pasar busana kain Jambi adalah dengan mendatangkan perancang busana yang sudah mumpuni dalam bidang desain busana, termasuk dalam jaringan pemasaran busana, yakni Barley Asmara, untuk memberikan pelatihan pengembangan busana kain Jambi, sekaligus memberikan wawasan tentang busana kepada para pengrajin.

"Saya mengharapkan para pengrajin bisa teredukasi, sehingga bisa memanfaatkan ilmu-ilmu yang sudah diberikan," ujar Sherrin.
Dalam pengembangan busana kain Jambi, Sherrin menyatakan bahwa khasanah budaya Jambi terus digali, diekspolore, dengan tujuan untuk melestarikan budaya Jambi dan untuk mengembangkan ekonomi kemasyarakatan, salah satunya dengan memopulerkan tanjak, kain yang dikenakan di kepala yang digunakan oleh kaum adam yang merupakan budaya Jambi.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini, Gubernur Jambi, H Zumi Zola STP MA sedang gencar-gencarnya mempopulerkan tanjak tersebut dengan cara menggunakannya di berbagai acara, sekaligus menghimbau masyarakat juga untuk menggunakannya, sebagai upaya untuk mengangkat budaya Jambi.

Sherrin berharap agar tanjak bisa dieksplore di tingkat nasional. "Busana dari kain Jambi step by step kita perkenalkan, termasuk tanjak Jambi dan dikerjakan secara detail. Kalau tidak detail nanti kesannya asal-asalan, pelan-pelan kita kerjakaanya, nanti kalau terburu-buru kesannya mubazir. Tidak hanya itu, kedepannya secara bertahap, batik dan songket Jambi juga kita perkenalkan. Rencananya Maret 2017 nanti ada acara untuk memperkenalkan kearifan lokal budaya Jambi. Ini harus terus-menenerus, jangan cepat bosan, harus ada variasi batik dan songket Jambi," ujarnya.

Sherrin Tharia juga menghimbau masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal Jambi. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia Fashion Week ini merupakan yang ke-6, yang diselenggarakan sejak tahun 2012, dengan tujuan untuk meningkatkan usaha-usaha kecil di bidang busana dan batik supaya terus berkembang.

Airlangga Hartarto menyampaikan, nilai ekspor busana Indonesia ke luar negeri sudah mencapai 12 milyar Dolar AS. "Ada faktor kreatifitas tinggi terkait dengan wiraswasta kita di tanah air, dan pemerintah akan terus mensupport bidang fesyen ini, karena menyerap tenaga kerja yang begitu banyak, produk busana inilah yang didorong agar mempunyai pasar yang kuat, termasuk dengan terus mendorong desainer-desainer Indonesia," tutur Airlangga Hartarto. Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj Rahima Fachrori Umar turut hadir dalam acara tersebut.


Penulis: Ardiansyah
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments