Minggu, 28 Mei 2017

Waspada, Dinkes Temukan Ribuan Kasus DBD di Jambi


Senin, 20 Februari 2017 | 11:16:04 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Musim hujan masih melanda Provinsi Jambi. Di saat seperti ini, wabah demam berdarah dengue (DBD), sering kali menyerang. Karena itu, warga diminta benar-benar waspada.

Apalagi, kasus DBD di Provinsi Jambi tergolong cukup tinggi. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat, selama 2016 lalu ditemukan ribuan kasus DBD.

“Ada 1.552 kasus DBD yang kami ditemukan berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten/kota,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Provinsi Jambi, Kaswendi.

Bahkan, dari ribuan warga yang terserang di Provinsi Jambi itu, 14 diantaranya meninggal dunia. “Ya 14 orang diantaranya meninggal dunia," ujarnya.

Ditemukan banyaknya gejala DBD itu katanya, disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar mereka dari jentik-jentik nyamuk.

Ia mengatakan, puncak wabah demam berdarah dengue yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu pada awal tahun 2016 atau pada saat itu terjadi puncak musim hujan.

"Pada awal tahun itu laporan penderita DBD meningkat karena pada saat itu terjadi musim penghujan sehingga menyebabkan perkembangbiakan nyamuk di lingkungan yang kotor juga meningkat," kata dia.

Dari jumlah kasus DBD tersebut dirincikan, pada bulan Januari kasus DBD tercatat sebanyak 530 kasus, empat orang diantaranya meninggal dunia, bulan Februari 469 kasus lima diantaranya meninggal dunia, Maret 185 kasus dan satu orang meninggal dunia, April ditemukan 101 kasus dan dua orang meninggal dunia.

Kemudian bulan Mei 42 kasus, Juni 24 kasus, Juli 22 kasus, Agustus 38 kasus, September 25 kasus, Oktober 58 kasus dan satu orang meninggal dunia. selanjutnya bulan November 31 kasus dan satu orang meninggal dunia serta bulan Desember ditemukan 28 kasus DBD.

Dirinya meminta masyarakat harus waspada terhadap ancaman DBD, terutama saat musim terjadinya hujan, diantaranya yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, menurut Kaswendi, yang paling efektif dalam pencegahan demam berdarah yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M dengan melakukan 3M yaitu menguras, menutup, mengubur dan mendaur ulang barang bekas.

"Sangat diperlukan adanya gerakan dari masyarakat itu sendiri untuk menerapkan pola hidup bersih, dan juga melakukan PSN di lingkungannya masing-masing. Dimana ada air tergenang itu dibersihkan dan harus rutin dilaksanakan minimal satu kali seminggu," pungkasnya.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments