Senin, 18 Desember 2017

Banjir Masih Terjadi, Stok Logistik Kosong


Selasa, 14 Maret 2017 | 11:54:39 WIB


Gubernur Jambi, H Zumi Zola didampingi Bupati Batanghari meninjau banjir Kelurahan Pasar Muara Tembesi, Batanghari
Gubernur Jambi, H Zumi Zola didampingi Bupati Batanghari meninjau banjir Kelurahan Pasar Muara Tembesi, Batanghari / Anton

JAMBI – Musibah banjir masih melanda sejumlah daerah di Provinsi Jambi. Tercatat, ada 8 kabupaten yang dilanda banjir. Sedikitnya 50 ribu jiwa terdampak bencana ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, langsung melalui Gubernur Jambi, Zumi Zola dan sejumlah kepala daerah serta tim terkait di lapangan terus menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir, seperti beras, selimut, dan kebutuhan sementara lainnya

Akhirnya, stok logistik untuk korban bencana itu menipis. Bahkan dilaporkan, stok di gudang dinas sosial sudah kosong.

“Alhamdulillah bantuan mencukupi, dan sudah disalurkan ke korban bencana. Tapi saat ini stok kita kosong, karena itu kita sedang meminta tambahan ke pusat, melaui Dinas Sosial,” terang Dalmanto, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jambi.

Terpisah, Gubernur Jambi, Zumi Zola juga mengatakan, seluruh korban bencana harus mendapatkan bantuan. Ia meminta, kabupaten/kota yang terdampak banjir secepatnya menyalurkan bantuan pada masyarakat.  

Apabila bantuan tak mencukupi, ia meminta kabupaten/kota segera melapor ke provinsi agar ditambah stok logistiknya.
“Kalaupun nantinya stok provinsi tak mencukupi, saya akan minta tambahan ke pusat melalui Menteri Sosial (Mensos). Saya sudah komunikasikan ini,” kata Zola.

Ia menyebut, berdasarkan arahan dari Mensos, sebenarnya daerah bisa menyetok logistik hingga 100 ton. Karena itu, jika kebutuhan kurang secepatnya melapor.

“Saya sudah turun, dan memang sejumlah daerah saat ini masih terendam. Tapi tim di lapangan bahu membahu untuk mengatasi masalah ini,” terangnya.

Berdasarkan pantauan BPBD hari ini, ketinggian air masih terus naik. Dilaporkan sore kemarin, debit air di Sungai Batanghari yang terukur pada Tanggo Rajo, naik menjadi 13,92 meter dari sehari sebelumnya 13,90 meter.

Dengan ketinggian air ini, tercatat Jambi sudah masuk dalam siaga III Banjir. Jika nantinya mencapai 14,37 meter maka Jambi masuk siaga II banjir dan jika naik ke 14,87 meter menjadi siaga I.

Terpisah Kepala Badan Meteorology Klimatologi dan Geofisika, Nurahngesti mengatakan, higga Mei mendatang diperkirakan Jambi masih pada musim penghujan.

“Maret ini, masih ada potensi hujan dan angin kecang di Jambi,” katanya.

Lanjutnya, potensi angin kecang dan hujan lebat, berpotensi mengakibatkan banjir. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada karena hujan dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments