Senin, 24 April 2017

Sarolangun Bebas Penyakit Filariasis


Senin, 20 Maret 2017 | 14:21:50 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

SAROLANGUN - Masyarakat Kabupaten Sarolangun, mesti bersyukur. Sebab, sejak tahun 2012 sampai 2017, belum ditemukan kasus penyakit Filariasis atau penyakit kaki gajah di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, H Adnan, melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Bambang Hermanto di jumpai harian ini.

"Sejak tahun 2012 belum ditemukan kasus filariasis di Sarolangun. Pernah diambil sampel tahun 2013, tapi hasilnya negatif semua. Kita juga terus melakukan pemantaun di tengah masyarakat dan penetapan status bebas penyakit kaki gajah," terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa penyakit filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk. Setelah cacing disuntikkan oleh nyamuk, maka akan masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya.

"Filariasis bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap. Seperti pembesaran pada kaki, lengan, bahkan alat kelamin. Penyakit ini, bisa berkembang, apabila penderitanya tidak melakukan pengobatan secara cepat," jelasnya.

Mengenai pelaksanaan program penanggulangan penyakit filariasis, ternyata sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Sementara, pihak Dinkes Sarolangun, tetap melaksanakan sesuai ketentuan yang diatur.

"Kemenkes menekankan untuk melaksanakan program tersebut harus ada kasus dan pelaksanaan programnya harus bersifat continue dan berkesinambungan," tukasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments