Senin, 24 Juli 2017

Cadangan dan Kontrak Gas "Ripah" Habis, PetroChina Siap Alirkan Gas dari Lapangan "SB-WB"


Rabu, 22 Maret 2017 | 21:15:58 WIB


/

JAMBI – PetroChina International Jabung Ltd. menyatakan kesiapannya untuk segera mengalirkan gas sebanyak 5 MMSCFD (million standard cubic feet per day/juta kaki kubik per hari) dari lapangan SB-WB (South Betara/West Betara) yang telah dialokasikan sejak tahun 2012 lalu, bagi pemenuhan kebutuhan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi.

"Prinsipnya, jika pembangkit listriknya sudah siap, gas dari PetroChina dapat segera dialirkan. Intinya, kami sudah ready, tinggal membuka keran saja," kata Field Manager PCJL John Halim, Rabu (22/3).

John Halim menjelaskan, sesuai persetujuan pemerintah, gas yang dialokasikan untuk kebutuhan PLTG tersebut sebanyak 5 MMSCFD. Dengan pasokan gas sebanyak 5 MMSCFD, diharapkan dapat mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas 25 MW (megawatt).

Sejatinya, lanjut dia, gas sebanyak 5 MMSCFD itu telah lama dialokasikan oleh SKK Migas-PetroChina sejak tahun 2012 yang lalu. Namun selama ini, gas tersebut belum dimanfaatkan. Cadangan gas SB-WB diharapkan dapat menggantikan pasokan gas dari Lapangan Ripah untuk pembangkit listrik yang dioperasikan PT Tanjung Jabung Power (TJP).

Diakuinya bahwa pasokan gas dari Lapangan Ripah dalam beberapa waktu belakangan ini  volumenya terus menurun, dan saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk dapat memenuhi kebutuhan pembangkit.

"Oleh karena itu, melihat  kondisi gas ikutan (flare gas) dari Lapangan Ripah yang telah mengalami  penurunan secara alami, dengan laju penurunan yang sulit diprediksi, maka PetroChina menyampaikan untuk tidak melanjutkan suplai gas kepada PT TJP terhitung sejak hari Minggu, 19 Maret 2017," katanya lagi.

Menurut John Halim, penghentian pasokan gas dari lapangan Ripah per 19 Maret 2017 tersebut, tidak dilakukan secara tiba-tiba. Bahkan,  jauh waktu sebelumnya telah disampaikan secara resmi kepada pengelola pembangkit PT TJP, dengan tembusan Bupati Tanjung Jabung Barat.

"Selain karena jumlah cadangan sudah tidak lagi memadai, kontrak jual beli memang sudah berakhir per 19 Maret 2017," tegasnya.

Selain itu, terkait dengan pengakhiran kontrak dengan PT TJP tersebut, pihak PetroChina juga secara resmi telah menyampaikan pemberitahuan kepada pimpinan SKK Migas pada awal Maret 2017.

Pada hakikatnya, PetroChina bersama SKK Migas akan selalu berupaya secara maksimal untuk berpartisipasi dalam memasok kebutuhan gas, baik untuk sektor tenaga listrik maupun untuk memenuhi kebutuhan sektor industri lainnya di dalam negeri.

Hingga saat ini, tercatat ada beberapa perjanjian jual beli gas yang ditandatangani PetroChina dengan sejumlah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Di antaranya, mengalokasikan gas masing-masing sebesar 5 MMSCFD di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, sebanyak 10 MMSCFD yang dikelola Pemkab dan Provinsi Jambi melalui PT Jambi Indoguna Internasional (PT JII).

"Semua alokasi gas tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian dan kontribusi SKK Migas-PetroChina dalam memenuhi  kebutuhan gas yang ada di daerah-daerah bersangkutan," pungkasnya.

PetroChina International Jabung Ltd. Sendiri merupakan kontraktor kontrak kerja sama yang berada di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, yang mengoperasikan Blok Jabung di Jambi. Selain PetroChina, pemegang interest Blok Jabung adalah Petronas Carigali (Jabung) Ltd., PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Ltd., dan Pertamina Hulu Energi Jabung.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments