Senin, 20 November 2017

Asian Agri & Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Pelita Guru Mandiri


Jumat, 24 Maret 2017 | 10:23:16 WIB


Program pelatihan Pelita Guru Mandiri yang digelar Asian Agri bekerjasama dengan Tanoto Foundation
Program pelatihan Pelita Guru Mandiri yang digelar Asian Agri bekerjasama dengan Tanoto Foundation / Istimewa

Jambi - Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas sampai ke desa-desa, salah satu kuncinya terletak pada kapasitas dan kemampuan tenaga pendidik/guru dalam mengelola ekosistim pendidikan, maupun menyampaikan materi pembelajaran yang mampu menginspirasi siswa.

“Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan memadai pemerintah terus melakukan berbagai upaya, selain itu perhatian dan kerjasama dari pihak-pihak lainnya yang peduli tentu saja sangat dibutuhkan. Kami mengapresiasi program Tanoto Foundation dan Asian Agri ini untuk pendidikan di Jambi, '' ujar H Abdul Mukti SPd MH dari Diknas Provinsi Jambi saat membuka pelatihan Pelita Guru Mandiri yang digelar Asian Agri bekerjasama dengan Tanoto Foundation.

Mukti berharap, guru-guru yang mengikuti pelatihan ini kedepannya harus mampu menunjukkan sesuatu yang bisa dibanggakan, walaupun berasal dari sekolah di pelosok. Dengan pelatihan ini kami berharap ke depan walaupun para guru ini bersasal dari pelosok namun dapat menampilkan keunggulannya dengan mampu menghasilkan prestasi yang bisa dibanggakan, '' jelasnya.

Sebagai pusat unggulan dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup, Tanoto Foundation mempunyai komitmen untuk meningkatkan akses akan pendidikan berkualitas, termasuk peningkatan kualitas guru.

''Dukungan kami ini sejalan dengan prinsip pendiri Tanoto Foundation Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto. Mereka percaya bahwa setiap orang harus mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan potensi dirinya secara penuh, ''ujar Dendi Satria Buana, Regional Program Manager Tanoto Foundation melalui releasenya.

Melalui program Pelita Guru Mandiri, secara berkesinambungan kami memberikan akses kepada para guru, kepala sekolah dan pengawas di pelosok Jambi untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilannya melalui program-program pelatihan yang berfokus pada metode pembelajaran.

''Ini akan meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran di sekolah dan tentunya berdampak pada kompetensi siswa dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap, ''lanjut Dendi Satria Buana.  

Pelatihan yang diikuti 51 guru fasilitator yang terdiri dari guru kelas dan pengawas dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Batanghari, Tebo dan Kota Jambi, ini diselenggarakan dari tanggal 20-25 Maret 2017 di Hotel Luminor Jambi.

Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak setiap warga negara, dan pastilah pendidikan yang diidamkan oleh setiap orang adalah pendidikan yang berkualitas.

Untuk itu diperlukan guru yang memiliki kreatifitas dalam mengembangkan profesinya sehingga dapat mengejawantakan empat kompetensi yang wajib guru yakni pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Pengembangan profesionalisme guru secara aktif dan terintegrasi akan melahirkan sosok guru kreatif dan inovatif.

Sahrul Hasibuan, Regional Head Asian Agri Plantation III Jambi, mengatakan pentingnya melakukan berbagai pelatihan guna meningkatkan kompetensi guru, terlebih lagi guru yang mengajar di pelosok.

Dalam Pelatihan Pelita Guru Mandiri kali ini membahas revitalisasi Kelompok Kerja Guru agar bisa menjadi pusat pendidikan keprofesian yang berkelanjutan bagi guru melalui pendampingan berbasis gugus (lesson study) kepada guru-guru lainnya di pelosok. ''Tanoto Foundation dan Asian Agri mendedikasikan ini bagi dunia pendidikan, khususnya dipelosok Jambi,” kata Sahrul Hasibuan.  

Selain itu, dengan keikut sertaan para guru dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan Asian Agri dan Tanoto Foundation maka sudah menunjukkan berbagai perkembangan dalam cara belajar-mengajar, penggunaan media pembelajaran, penataan ruang kelas dan lain sebagainya..

Perubahan kompetensi dan karakter guru yang mengikuti terus berbagai pelatihan Tanoto Foundation dengan guru yang belum mengikuti tampak berbeda dalam cara mengajarnya, menata ruang kelas serta menggunakan media pembelajarannya. Siswa pun terlihat aktif dan berani dalam mengaktualisasikan diri,'' katanya.


Penulis: ist
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments