Minggu, 28 Mei 2017

Dinkes Sarolangun Terus Pantau Kasus HIV/AIDS


Sabtu, 25 Maret 2017 | 08:49:04 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

SAROLANGUN - Praktek seks bebas di Kabupaten Sarolangun bisa saja terjadi. Akibatnya, penyebaran virus penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV), maupun Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), di Sarolangun, bisa dialami pelakunya.

Namun pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, hingga Maret 2017, ini belum ada satu kasus pun yang ditemukan. Hanya pada 2016 lalu, pihak Dinkes, menemukan satu kasus virus HIV/AIDS. 

Kadis Kesehatan, H Adnan, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Bambang Hermanto, mengaku jika di tahun 2016 lalu, ada kasus HIV AIDS.  Itupun pihaknya hanya mendapat laporan dari Kabupaten Batanghari, jika salah satu warga Sarolangun, telah berobat di RSUD Batang Hari, guna menyembuhkan penyakit HIV/AIDS.

"Kita hanya dapat informasi. Setelah kita konfirmasi ke RSUD Batanghari, ternyata memang benar. Kami juga sudah berikan obat kepada penderitanya," kata Bambang.

Menurutnya, penyakit HIV/AIDS, adalah penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Karena itu, pihaknya hanya bisa membantu sebatas obat.

"Kalau sembuh, sangat susah. Kecuali memang keajaiban. Memang kita berikan obat, namun hanya untuk memperlambat kematian saja," sebutnya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS, pihak Dinkes, terus melakukan himbauan lewat Puskesmas yang tersebar di Sarolangun. Himbauan itu, tak lain agar masyarakat jangan melakukan seks bebas. 

Selain itu, jika melakukan hubungan suami istri, mesti menggunakan alat kontrasepsi, sebagai pencega. Bahkan, Dinkes juga menyediakan alat kontrasepsi, seperti kondom.

"Kita tetap himbauan masyarakat, agar jangan melakukan seks bebas. Kalau berhubungan badan, tidak ada salahnya menggunakan alat kontrasepsi. Alat konstrasepsi merupakan upaya pencegahan, jika salah satu pasangan terjangkit penyakit HIV/AIDS,'' katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments