Sabtu, 27 Mei 2017

Bakteri E Coli, Penyebab Kematian Burung Migran


Rabu, 29 Maret 2017 | 10:52:37 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARASABAK – Kematian burung-burung migran di pantai cemara Kecamatan Sadu beberapa waktu lalu, adalah negatif dan tidak ada infeksi flu burung. Peristiwa ini sendiri sempat menimbulkan kekuatiran masyarakat Sungai Cemara.

Kepala Dinas Peternakan Tanjab Timur Rajito, mengatakan, untuk hasil laboratorium terkait kematian burung migran yang ada di pantai Cemara tidak mengandung virus berbahaya seperti yang dikuatirkan masyarakat.

"Kita sudah menerima hasil laboratorium dari Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, tepatnya Balai Veteriner Bukit Tinggi bahwa hasilnya negatif virus flu burung," ujarnya, Senin(27/3).

‘’Masyarakat tidak perlu khawatir, sebelumnya Dinas Peternakan belum bisa memastikan apakah kematian burung migran ini disebabkan flu burung atau tidak. Makanya perlu membawa sampel untuk diuji atau dicek di laboratorium,’’ jelasnya.

‘’Sebelumnya, informasi dari lab di Jambi bahwa penyebab kematian adalah dikarenakan saluran pencernaan. Namun, karena kekuatiran masyarakat, sesuai nota dinas sampel dikirim lagi ke Balai Veteriner di Bukit Tinggi. Dan hasil labnya tidak ada virus flu burung,’’ katanya.

Untuk mengurangi kecemasan warga, kata Rajito, pihaknya sudah menginformasikan kepada kecamatan untuk memberi informasi kepada masyarakat sesuai hasil laboratorium bahwa tidak ada flu burung.

Sementara itu, Drh Adam menyebutkan, berdasarkan hasil lab yang dikirim Balai Veteriner Bukit Tinggi bahwa ada bakteri yang mengakibatkan kematian burung migran.

"Kematian burung migran disebabkan dehidrasi yang didalamnya terdapat 4 bakteri, diantarnya bakteri E coli," jelasnya.

Menurutnya, bakteri E Coli, bisa menyebabkan penyakit manusia maupun burung. Secara umum, di tubuh hewan sudah ada bakteri itu, manakala burung itu kekebalannya turun, maka akan muncul di atas batas normal dan bisa menginveksi dirinya.

Kalau sudah banyak, maka bisa menginfeksi saluran pencernaan dan mengakibatkan dehidrasi yang membuat daya tahan tubuh melemah pada burung, katanya.

Sedangkan untuk penyebaran ke manusia terbatas, hanya bisa melalui kotoran. Gejala yang akan muncul pada manusia seperti diare.
Langkah utama adalah menjaga kebersihan, karena bakteri ini tidak mematikan karena burung ini adalah satwa liar.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments