Minggu, 25 Juni 2017

Soal Pendamping di Pilwako 2018, Ini Kata Fasha


Jumat, 07 April 2017 | 11:27:20 WIB


Calon petahana Sy Fasha
Calon petahana Sy Fasha / Istimewa

JAMBI - Calon petahana Sy Fasha sepertinya tidak mau gegabah dalam menatap Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi 2018 mendatang. Dia masih berhati-hati menentukan sikap, termasuk memutuskan calon pendamping yang bakal dipinangnya.

Bahkan Sinyal dari Sekjen DPP Demokrat Hinca Panjaitan juga belum dijawab. Saat kunjungan ke Jambi belum lama ini, Hinca memberikan lampu hijau dengan menyodorkan kadernya untuk bersanding dengan Sy Fasha.

Menaggapi ini, Sy Fasha menyambut baik adanya niatan Demokrat untuk bergadengan tangan di Pilwako. Tapi untuk penentuan wakil dirinya ingin melihat survey dan bebrapa mekanisme lainnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada mitra kami partai Demokrat yang ingin mendorong kadernya mewakili, kalau seandainya saya maju lagi. Tapi proses itu panjang, kalaulah saya maju dan diperkenanankan nanti, untuk posisi wakil ada beberapa tahapan, salah satunya adalah survey dan terakhir Istikharah,” ujar Fasha ditemui usai melantik penjabat Kota Jambi, Kamis (6/4).

Tapi Fasha tidak membantah komunikasinya terbangun baik dengan Demokrat. Begitu pula dengan beberapa partai lainnya.

“Dengan Pak Burhanuddin Mahir saya baik, begitu juga dengan pengurus, semua rekan saya. Demikian pula dengan partai lain,” ujarnya.

Terakit mencuatnya nama Efendi Hatta, Walikota Jambi ini menjawab diplomatis. Menurutnya, semua kemungkinan bisa saja terjadi , termasuk dengan sejumlah nama lainnya. “Bisa-bisa saja, kemungkinan itu selalu ada. Baik itu Pak Efendi Hatta misalnya, ada pak Nasir atau pak Zainal,” ucapnya.

Demikian pula dengan beberapa nama lainnya seperti dr. Maulana, Sum Indra dan sejumlah tokoh dari partai lain. “Prosesnya masih panjang, kalau punya niat untuk membangun Kota Jambi dari sekarang tunjukkan dulu, sosialisasi. Jadi publik yang menilai itu nanti,” katanya.

Fasha menegaskan, bila dirinya kembali diperkenankan untuk bertarung di Pilwako, ia menginginkan ada banyak calon. Menurutnya, semakin banyak calon yang maju, menunjukkan Jambi mempunyai banyak tokoh dan pemimpin.

“Saya lebih setuju lebih banyak lebih bagus, itu menunjukkan kita punya banyak putra terbaik,” katanya lagi.

Sementara itu, terkait adanya kemungkinan koalisi Golkar dan Demokrat, Fasha masih menunggu waktu yang tepat. Dirinya mengakui, Golkar harus berkoalisi untuk mengusung calon di Pilwako karena hanya memiliki 4 kursi. “Itu nanti ke depan lah, memang Golkar hanya 4 kursi, masih mencari 5 kursi lagi,” pungkasnya.


Penulis: Muhammad Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments