Kamis, 29 Juni 2017

Zola Harapkan Dukungan Kemenhub Bangun Jambi


Rabu, 19 April 2017 | 11:40:02 WIB


Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli mengadakan pertemuan dengan staf ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI
Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli mengadakan pertemuan dengan staf ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI / Anton

KOTA JAMBI– Beberapa program pembangunan di Jambi menjadi pembahasan Gubernur Jambi H Zumi Zola dengan rombongan staf ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Dr Umar Aris di rumah dinas Gubernur Jambi, Selasa (18/4).

Zola mengungkapkan harapannya dalam pertemuan tersebut, yakni agar Kementerian Perhubungan mendukung pembangunan Pelabuhan Muara Sabak, rel kereta api Jambi-Palembang-Jambi-Pekanbaru, jembatan timbang di Jambi.

"Pelabuhan Muara Sabak yang didorong pembangunannya terkait lahan sudah tidak ada masalah, dan milik Pelindo tinggal beberapa titik yang dinormalisasi agar kapal besar bisa masuk," jelas Zola.

Zola menyatakan, Pelabuhan Muara Sabak yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diharapkan mampu memperkuat serta mendukung aktifitas perekonomian yang terkoneksi dengan pelabuhan Talang Duku, Jambi.

"Mendukung pelabuhan Talang Duku, berkaitan dengan jalan menuju pelabuhan Muara Sabak merupakan jalan nasional yang dapat dilalui sedang dalam proses pembangunan dengan anggaran Rp 150 miliar, mungkin tidak bisa selesai semua dan akan kita perjuangkan mencapai Rp 300 mliar nanti," papar Zola.

Jalan darat menuju pelabuhan Muara Sabak dapat ditempuh dengan angkutan yang memiliki tonase di bawah delapan ton, berkaitan dengan status jalan nasional tentunya akan menambah kemampuan dan kapasitas tonase yang bisa melintasi jalan tersebut.

"Jembatan timbang juga menjadi harapan mengontrol tonase yang melintasi jalan di Provinsi Jambi berkaitan teknis dan titik pembangunannya kita serahkan Kemenhub yang memiliki kewenangan," sambung Zola.

Untuk Bandar Udara Depati Parbo Kerinci, Zola mengungkapkan, pembebasan lahan seluas 30 hektar langsung dari APBD Provinsi Jambi dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk inventarisasi lahan warga. "Saya minta bupati inventarisir lahan yang akan dibebaskan," kata Zola.

Tak kalah menariknya pembahasan rel kereta api Jambi-Palembang dan Jambi-Pekanbaru, besar kemungkinan menjadi harapan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk segera terealisasi.

Zola menyambut baik rencana pembangunan rel kereta api. "Kita sudah siap berkaitan dengan lahan (jalur yang ditempuh kereta api/rel)," ungkap Zola dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, staf ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Kemenhub, Dr Umar Aris menjelaskan, pembangunan jembatan timbang memperhatikan dua aspek terkait keselamatan pengguna jalan maupun kendaraan serta aspek penghematan jalan dari kelebihan tonase yang melalui jalan tersebut.

“Konsekuensi ada kelebihan muatan dari angkutan juga menjadi pertimbangan pembangunan jembatan timbang di Jambi. Apabila ada kelebihan muatan, jika dibongkar memerlukan gudang dan itu perlu kita pikirkan sesuai SOP," jelas Umar.

Umar Aris menyebutkan, secara teknis pembangunan pelabuhan Muara Sabak tidak ada kendala, namun adanya trayek atau lalu lintas kapal akan disesuaikan dengan pihak terkait atau asosiasi angkutan laut dan sungai. "Konektifi lancar dan efisensi yang menjadi penekanan pak Menteri," katanya.

Berkaitan dengan kajian ekonomi atau efisiensi dan konektivitas yang melandasi pembangunan pelabuhan menjadi catatan Kementerian Perhubungan terkait dengan pembangunan Pelabuhan Muara Sabak.

Rel kereta api jalur Jambi-Palembang dan Jambi-Pekanbaru diharapkan segera terealisasi sesuai semangat pemerintah pusat. "Tahapan DED (Detail Engineering Design/ gambaran detil pembangunan) yang pertama dilakukan, juga amdal, izin trase atau rute yang dianggap aman. Kalau sudah trase nanti tinggal tarok (pasang) rel aja," jelasnya.

Umar menambahkan, anggaran pembangunan rel kereta api di Jambi masih belum ada kepastian angka, karena masih dalam proses DED, yang didalamnya juga terkait dengan kehandalan/kekuatan tanahnya. “Anggaran untuk rel kereta api blum, banyak tahapan yang perlu kita lalui, sabarlah dan dalam proses," katanya lagi.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments