Rabu, 23 Agustus 2017

Jaksa Tuntut Ahok 2 Tahun Percobaan


Kamis, 20 April 2017 | 13:30:11 WIB


Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berpakaian batik
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berpakaian batik / Istimewa

JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terbukti melakukan penodaan agama. Oleh JPU, Ahok dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini, menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti bersalah menyatakan perasaan kebencian," ujar ketua tim jaksa Ali Mukartono dalam persidangan di auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4).

Dalam tuntutannya jaksa menyebut Ahok terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut surat Al Maidah saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Menurut jaksa, Ahok mengaitkan surat Al Maidah ini dengan Pilkada DKI Jakarta.

"Menyatakan terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun," ujar jaksa.

Kalimat Ahok yang dianggap menodai agama yakni 'Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa'.



Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments