Senin, 21 Agustus 2017

Pertisun ke Plakar Jaya, Al Haris Tampung Keluhan Warga


Kamis, 20 April 2017 | 13:40:46 WIB


Bupati Merangin H Al Haris saat menampung aspirasi warga Desa Plakar Jaya
Bupati Merangin H Al Haris saat menampung aspirasi warga Desa Plakar Jaya / Riki Saputra

BANGKO- Bupati Merangin H Al Haris bersama sejumlah pimpinan Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), pada Selasa malam (18/4), melakukan perjalanan pejabat tidur di dusun (Pertisun) ke Desa Plakar Jaya, Kecamatan Pamenang.

Rombongan bupati tiba di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun tersebut, sekitar pukul 20.08 Wib, disambut meriah ratusan warga di Gedung Serba Guna Desa Plakar Jaya.

‘’Pertisun ini sebagai ajang evaluasi kinerja pemerintah. Apa itu keluhan masyarakat, informasi penting yang dikeluhkan masyarakat, maupun hal-hal lain yang perlu disikapi dan dituntaskan,’’ujar Bupati.

Berbagai pertanyaan dan permintaan muncul dari sejumlah warga yang menghadiri acara dialog tersebut. Masyarakat tidak hanya menanyakan pengaspalan jalan, tapi juga persoalan lain.

Beberapa guru yang hadir juga minta agar, ruang kelas belajar mereka bisa direnovasi, guna memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya itu, warga juga minta ada payung hukum atas pencemaran lingkungan.

Sejumlah tenaga medis di desa itu, juga minta sarana peralatan kesehatan di Polindes bisa dilengkapi. Para guru kontrak juga berharap kepada bupati, bisa diangkat menjadi guru honor kabupaten.

Sederetan pertanyaan dan permintaan warga itu, dijawab semua oleh bupati. Terkait jalan, bupati akan berupaya memperbaikinya, jika belum bisa diaspal karena keterbatasan dana, bupati memastikan lubang-lubang yang ada akan ditutup.

Terkait renovasi kelas belajar, bupati telah mengintruksikan Kadis Pendidikan Merangi dan para stafnya untuk memantau dulu kondisi sekolah yang dimaksud.

Sedangkan soal pencemaran lingkungan, Kades mengaku telah membuat Perdes. ‘’Nanti Kades dan perangkat desa bisa secepatnya mensosialisasikan Perdes tentang lingkungan itu, seperti masyarakat tidak boleh menubo ikan di sungai, menyetrum ikan dan peraturan
lainnya,’’jelas Bupati.

Terkait keberadaan sungai yang sering ditubo dan disetrum ikannya oleh warga, bupati menyarankan untuk membuat lubuk larangan di sungai itu, dengan memberlakukan hukum adat bagi warga yang melanggar.

Usai dialog, bupati menyerahkan bantuan tikar shalat kepada semua Kades di Kecamatan Pamenang. Bupati mengharapkan masyarakat mengaktifkan seluruh masjid, dengan pengajian dan shalat jemaah setiap lima waktunya.


Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments