Rabu, 28 Juni 2017

Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Peningkatan Infrastruktur


Selasa, 18 April 2017 | 05:53:17 WIB


kegiatan FGD yang diselenggarakan FDJ belum lama ini
kegiatan FGD yang diselenggarakan FDJ belum lama ini / istimewa

JAMBI – Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan demi kesejahteraan masyarakat, infrastruktur penunjangnya harus ditingkatkan. Hal ini disampaikan guru besar Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Unja) Prof. Dr. Ir. Dompak MT Napitupulu, M.Sc, saat menjadi pembicara pada kegiatan focus group discussion (FGD) yang digelar Forum Diskusi Jambi (FDJ) belum lama ini.

Acara tersebut mengusung tema “Keterdukungan Infrastruktur Pertanian Menuju Kemandirian Pangan”. Dalam kesempatan itu, Dompak mengatakan, fenomena yang terjadi saat ini adalah kita masih mengimpor sejumlah bahan pangan seperti jagung, kedele, kacang, dan lainnya dari negara-negara seperti Vietman, Filipina, dan lainnya. 

Menurut Dompak, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kita sejauh ini belum bisa meraih kemandirian pangan. “Diantara kendala dalam meningkatkan produksi pangan seperti ketersediaan lahan yang semakin berkurang, kemudian degradasi mutu lahan karena penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan, serta peruntukan lahan tidak konsisten (RTRW),” ujarnya. 

“Ditambah lagi dengan masalah jaringan irigasi banyak yang rusak, serta infrastruktur lainnya seperti jalan yang tidak memadai. Termasuk juga permasalahan modal,” beber Dompak.

Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, namun Dompak optimis kemandirian pangan bisa dicapai. Menurutnya, ada beberapa kebijakan strategis yang bisa diambil pemerintah, seperti pengelolaan ketersediaan pangan dengan memproduksi hasil pertanian dalam negeri, pengelolaan keterjangkauan pangan seperti efisiensi pemasaran pangan dan sistem logistik pangan.

Kemudian juga stabilitas pasokan dan harga pangan, kerawanan pangan darurat serta bantuan pangan bagi keluarga miskin.

“Dan perlu adanya pemanfaatan pangan melalui pengembangan pola konsumsi dan percepatan diversifikasi pangan dan gizi, dan pengembangan keamanan pangan segar dan pangan olahan, yang disertai juga dengan melakukan penguatan kelembagaan dan infrastruktur pangan serta melakukan koordinasi dengan kebijakan pendukung dari  kementerian/lembaga, optimalisasi koordinasi lintas sektor dan pusat daerah serta optimalisasi fungsi dewan ketahanan pangan,” tandasnya.

Sementara itu guru besar Fakultas Ekonomi Unja Prof. Dr. Haryadi, SE, MMS, mengatakan peran sektor pertanian sangatlah penting dalam pembangunan nasional. Diantara peran tersebut yakni sebagai penyerap tenaga kerja, menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), sumber devisa, bahan baku industri, sumber bahan pangan dan gizi, serta pendorong bergeraknya sektor-sektor ekonomi lainnya.

“Ini juga harus didukung dengan infrastruktur jalan dengan melakukan upaya mempercepat dan menyediakan barang-barang yang dibutuhkan, tersedianya infrastruktur akan memungkinkan tersedianya barang-barang kebutuhan masyarakat dengan biaya lebih murah, infrastruktur yang baik dapat memperlancar transportasi yang pada gilirannya merangsang adanya stabilitasasi dan mengurangi disparitas harga antar daerah, dan infrastruktur yang memperlancar jasa transportasi menyebabkan hasil produksi daerah dapat diangkut dan dijual kepasar dengan cepat,” beber Haryadi. 

Adapun Lukman, ST, Kasi Irigasi Rawa dan Pantai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi mengatakan, saat ini tengah dilakukan saat ini adalah melakukan updating rincian data luasan daerah irigasi dengan pendekatan spasial sehingga diketahui luasan daerah irigasi yang sudah fungsional dan luas areal irigasi yang masing harus dioptimalkan dan dikembangkan sesuai dengan kewenangannya.

“Jadi rehabilitasi Jaringan Irigasi difokuskan pada sistem irigasi yang fungsional dengan melakukan pembangunan Jaringan Irigasi dilakukan pada lahan potensial dalam command area irigasi yang sudah dibangun jaringan utama tapi belum dimanfaatkan,” pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments