Rabu, 28 Juni 2017

Pemkot Warning Pengusaha Ojek Online, Stop Rekrut Karyawan


Rabu, 19 April 2017 | 14:34:32 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Ojek online saat ini sudah merambah Kota Jambi. Namun demikian, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur mengenai transportasi online di Kota Jambi tersebut.

Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Jambi meminta kepada pelaku usaha transportasi online di Kota Jambi untuk menstop rekruitmen karyawan. Hal ini diberlakukan sampai dengan adanya regulasi yang dikeluarkan oleh Pemkot Jambi dalam waktu dekat ini.

"Menjelang regulasi dikeluarkan, kami meminta pelaku usaha untuk stop dulu rekruitmen. Kami sudah datangi pelaku usaha ini, karena di dalam Undang-undang, ojek online ini bukan termasuk angkutan orang, karena masalah safety (keamanan) nya," ujar Kadis Perhubungan Kota Jambi, Shaleh Ridho, Rabu (18/4).

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan mengadopsi peraturan Kota Bogor yang sudah mengatur masalah ojek online ini. Sehingga, dengan adanya regulasi itu, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.

"Kalau terkait izin operasional tidak bisa dikeluarkan dari perhubungan, karena memang tidak ada ketentuannya. Kalau izin kantor itu di PTSP," ujarnya.

Shaleh menambahkan, dirinya juga akan membahas masalah ini di forum lalu lintas. Karena itu, pihaknya meminta kepada pemilik usaha untuk menstop dulu rekruitmen. "Aktivitas tetap karena sudah terlanjur, tapi rekruitmennya di hentikan dulu sementara jelang aturannya ada," kata Shaleh.

Dia mengatakan, pihaknya akan segera mengelurkan kebijakan terkait ojek online ini. Sehingga, antara online dan konvensional nantinya bisa bersinergi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi  Syaiful Ihsan mengatakan, pihaknya meminta agar Kepala Daerah (Walikota,red) cepat tanggap menyikapi masalah ini. Sehingga segera menerbitkan regulasi.

Hal ini penting agar tidak terjadi gesekan antara ojek konvensional dan online. Sebab, fenomena ojek online ini tidak hanya terjadi di Kota Jambi saja, di kota lain juga tumbuh.

Bahkan, ada pula di beberapa daerah yang sempat terjadi pergolakan karena lambannya menerbitkan regulasi. "Kita minta juga ojek konvensional ini bisa ikut bergabung, karena ini juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Menurut Syaiful, ada banyak keuntungan jika ojek konvensional ini ikut bergabung ke dalam ojek online. Salah satunya adalah dari sisi konsumen yang lebih banyak. "Kalau di pangkalan mungkin hanya menunggu, tapi kalau sudah online semua terkoneksi," pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments