Jumat, 20 Oktober 2017

Makna Hari Kartini Bagi Istri Walikota

Yuliana Fasha : Emansipasi Jangan Kebablasan

Jumat, 21 April 2017 | 11:23:12 WIB


Yuliana Fasha, Ketua TP PKK Kota Jambi
Yuliana Fasha, Ketua TP PKK Kota Jambi / Facebook

JAMBI-  Peringatah Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April selalu diperingati oleh warga Negara Indonesia, begitu juga di Kota Jambi.Untuk tahun ini sejumla kegiatan dalam peringatan Hari Kartini sudah disiapkan Pemkot Jambi dan TP PKK Kota Jambi.

Namun menurut Yuliana Fasha, Ketua TP PKK Kota Jambi, peringatan Hari Kartini jangan hanya menjadi kegiatan seremoni belaka.
“Saya lebih senang jika kegiatan itu berbau sosial. Kita akan laksanakan kegiatan seperti Pap smear, berobat gratis, donor darah, dan pemberian penghargaan kepada para perempuan yang kita anggap memiliki jasa yang besar,” ujarnya.

Disampaikannya, peringatan Hari Kartini sebagai ajang pengingat bahwa perempuan itu memiliki potensi yang sama dengan pria dalam berkreasi dan berkarya.

Disebutkannya perempuan tidak lantas dibanding-bandingkan dengan lelaki dalam urusan prestasi. “Perempuan ini harus saling melengkapi keberadaan lelaki dari sisi yang mereka bisa lakukan. Jadi jangan sampai seperti apa yang kita rasakan sekarang banyak sekali emansipasi yang kebablasan,” kata istri Walikota Jambi Sy Fasha ini.

Sosok Raden Ajeng Kartini menjadi simbol kesetaraan gender bagi perempuan di Tanah Air. Meski begitu, Yuliana menilai kesetaraan dipandang tanpa ada embel-embel superior atau inferior. Artinya, kata dia, kesetaraan tidak lantas dianggap sebagai pintu kebebasan bagi perempuan untuk meninggalkan sosok lelaki. Namun, keduanya harus bisa bahu-membahu bekerja sama dalam banyak hal baik di ranah domestik ataupun publik.

 “Bagaimana banyak perempuan yang mengangkat emansipasi setinggi mungkin tapi mereka lupa pada kodratnya sebagai ibu bagi anak-anaknya dan sebagai istri,"” tukasnya.

Menurut Yuliana, tafsiran baru bagi perayaan Hari Kartini sangat diperlukan.  Memaknai semangat Kartini, di era digital seperti saat ini memang menjadi kunci penting bagi kemaslahatan kaum perempuan. Perempuan harus semakin pintar dalam menyiasati era informasi agar tidak kebablasan. “Hari kartini jangan sampai hanya di maknai secara seremoni saja, tapi Kartini merupakan simbol perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan gender dengan kaum lelaki dalam banyak bidang, mulai dari hukum, politik dan lainnya,” ucapnya.

 Dia juga menilai peran perempuan sebagai pendidik di keluarga sangat penting sekali. Menurutnya, peran wanita sudah sangat menonjol saat ini. Sebab, negara sudah memberikan perlindungan dan jaminan kepada perempuan serta memperoleh kedudukan yang sama pula di mata hukum. “Perempuan sudah diberikan hak sangat luas," tambahnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa perempuan itu memiliki kedudukan yang sama dengan kaum pria. "Bahkan di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia kita pernah di pimpin oleh presiden perempuan. Ini membuktikan bahwa perempuan juga mampu untuk maju,” katanya.

Yuliana menyatakan bahwa sebagai seorang perempuan yang juga berperan sebagai istri dan Ibu bagi anak anaknya. Dirinya selalu mengutamakan keluarga diatas segalanya. Ini karena perannya yang juga selalu mendukung suami dalam hal apapun.

“Prioritas saya adalah keluarga. Prioritas hidup saya adalah suami, anak anak, dan keluarga, barulah setelah itu pekerjaan. Sayapun selalu mendukung Bapak. Didalam keluarga, saya selalu mengutamakan komunikasi karena komunikasi yang baik itu adalah hal yang sangat penting dalam keluarga,” pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments