Senin, 20 November 2017

BNPT: Saatnya Kaum Muda Tangkal Radikalisme Terorisme


Jumat, 21 April 2017 | 20:59:04 WIB


/ Ikbal Ferdiyal

JAMBI - Para pemuda dinilai mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan tumbuh kembangnya  radikalisme terorisme di Indonesia. Terlebih karena kecendrungan banyaknya pengguna media sosial di Indonesia.

Seperti dikatakan M Fahrudin, fasilitator dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sudah saatnyalah kaum muda untuk berperan aktif dalam menangkal terorisme, terutama dengan aktif berkampanye di media sosial.

Terlebih, kata dia, bila melihat fakta saat ini untuk konten-konten yang terkait terorisme bisa disaksikan ribuan seperti yang terjadi di youtube. “Kalau kita klik kata ISIS di Youtube, bisa ribuan yang membuka. Begitu juga dengan kata jihad fisabilillah. Ini  patut jadi perhatian kita,” katanya kepada para peserta workshop video festival di Odua Weston Hotel, Jumat (21/4).

Fahrudin mengatakan, kegiatan BNPT dengan menggaet para pemuda, termasuk pelajar, memang untuk mengajak berperang melawan konten negatif di media sosial tersebut. Seperti kemunculan konten negatif di Youtube, BNPT mengajak para pelajar membuat konten-konten bermanfaat dan menjadi kontrapraganda.

“Untuk kegiatan kita tahun lalu yang sudah diikuti para pelajar dari berbagai provinsi, viewers mencapai jutaan penonton,” ujarnya.

“Ini adalah kesempatan untuk kita mengkampanyekan ke banyak orang,” ucapnya lagi.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini BNPT bersama FKPT Jambi menggelar workshop dengan memberi pehamanan kepada para pelajar terkait cara pembuatan video maupun film berdurasi pendek. Sebagai peserta dalam workshop adalah para pelajar SLTA dari berbagai sekolah di Provinsi Jambi.

BNPT menghadirkan narasumber ahli untuk memberikan pemahaman kepada peserta. Ada Asisten Sutradara, Ratrikala Bhre Aditya yang bergabung dalam Mile’s film dan menghasilkan banyak karya terkenal seperti film Ada Apa Dengan Cinta, Sokola Rimba, Laskar Pelangi, dan lain sebagainya.

Bre—sapaan akrabnya--memberikan pemahaman kepada para pelajar terutama pentingnya membuat film. Di samping itu dia mengajarkan bagaimana cara mencari ide, tema, jalan cerita hingga teknik memproduksi film.

Lalu juga ada salah seorang aktris, Putri Ayudya, sebagai aktris dan banyak memerankan film-film terkenal di Indonesia. Dia berbagi pengalaman dan motivasi kepada para peserta.

Bre saat menyampaikan materinya menerangkan bahwa untuk masa sekarang ini memang sangat efektif sekali menyebarluaskan gagasan.  “Apalagi musuh kita (teroris, red) menggunakan media yang sama,” ujarnya, saat menyampaikan materinya, Bre mengatakan, dalam sebuah produksi film sangat diperlukan kerja tim. Film merupakan hasil pemikiran bersama-sama.

Sementara Putri Ayudya mengatakan bahwa pada hakikatnya semua manusia menjalani kehidupan dengan berperan. “Kita di dunia ini menjalani peran masing-masing. Kalau mau menjadi aktor, aktor yang baik itu harus mampu membayangkan apa yang diperankannya,” ucapnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments