Sabtu, 27 Mei 2017

Adam Smith Akui Keunggulan Ekonomi Islam


Rabu, 17 Mei 2017 | 16:20:23 WIB


/

MENURUT sejarah, jauhsebelum Adam Smith menerbitkanbuku “An Inquiry Into The Nature of The Wealth of Nations” tahun 1776 Masehi, ekonomi Islam sudah demikian berkembang.

Bahkan dalam bukunya volume 5, Adam Smith menyebutkan, perekonomian yang maju ketika itu adalah perekonomian Arab yang dipimpin oleh Mohamet and his immediate.

Banyak ilmuwan muslim yang telah memecahkan kebuntuan dalam Islam. Misalnya,  Ibnu Taimiyah (1262 -1328) dan Ibnu Khaldun  (1332 – 1406), Syams al-Din al- Sarakhsi (483 H) telah menulis berbagai masalah ekonomi, termasuk soal pertumbuhan.

Pengembangan ekonomi Islam ini terbagi atas tiga dekade secara beruntun.Tiga dekade tersebut adalah dekade keilmuan, dekade sistem dan dekade infrastruktur serta dekade perekonomian Islami.

Sistem ekonomi Islam, mengalami kebangkitan selama kurang dari tiga sampai empat dekade terakhir.Banyak ilmuwan muslim yang mengembangkan ekonomi Islam pada fase dan dekade tersebut.

Misalnya, Ibnu Khaldun diantaranya menulis sosial ekonomi dan politik dalam buku Muqodimah.Dimana dalam tulisan mereka disebutkan, masalah hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi, mekanisme pasar, dan lain-lain.

Termasuk juga beberapa ekonom muslim lainnya. Sumbangan terbesar sistem ekonomi Islam bagi peradaban kemanusiaan adalah sistem yang menolak dominasi prilaku tamak dalam aktivitas ekonomi.

Prinsip dasar dari desain setiap instrument maupun perjanjian transaksi dalam sistem ini merupakan, building blocs bangunan sistem keseluruhan.

Yakni, penihilan motif spekulasi dan ketamakan terhadap harta. Disamping itu, instrument zakat dalam ekonomi Islam menjalankan fungsi penihilan atas penumpukan harta secara berlebihan.

(Penulis adalah GM Harian Metro Jambi dan Koordinator Laskar Santri Nusantara Provinsi Jambi)


Penulis: Mohd Haramen SE ME Sy
Editor:


TAGS:


comments