Sabtu, 23 September 2017

Tari Ngayoa Tampil Memukau di Gebyar Wisata Nusantara


Kamis, 18 Mei 2017 | 11:48:44 WIB


Tari Ngayoa
Tari Ngayoa / Dedi

SUNGAI PENUH - Kota Sungaipenuh merupakan daerah di Provinsi Jambi yang memiliki berbagai tarian tradisi seperti Tari Ngayoa atau biasa disebut tari mengayam tikar.

Taru Ngayoa ini tampil memukau pada event Gebyar Wisata Budaya Nusantara (GWBN) Expo 2017 di Jakarta Convention Center, yang diikuti 125 peserta yang terdiri dari Dinas Pariwisata beberapa provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang memamerkan 500 destinasi Indonesia.

Dalam acara tersebut, Sungai Penuh menampilkan sebuah karya tari garapan baru berakar dari tarian tradisional masyarakat Kota Sungai Penuh dengan judul “Tari Nganyoa” (menganyam tikar).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sungai Penuh, Zulwachdi, mengatakan, pihaknya sengaja merancang dari awal agar Kota Sungai Penuh bisa ikut dalam event GWBN.

Pasalnya, ajang GWBN ini adalah event besar yang patut menjadi perhatian semua pelaku wisata di tanah air. "Ini pamerannya sangat besar, pesertanya pun sangat ramai. Bukan sekedar ajang beradu gengsi dalam kompetisi, tapi dari sini kita juga bisa banyak belajar untuk perkembangan dan pengelolaan usaha kepariwisataan dan seni budaya di Sungai Penuh,” ujar Zulwachdi.

Upaya menampilkan tari Ngayoa di acara tersebut kali ini berbuah manis. Pasalnya, Sungai Penuh berhasil meraih juara 2 pada Festival Tari di GWBN Expo 2017.

Dijelaskannya, selama ini ada peningkatan baik dalam kualitas sajian seni budaya yang ditampilkan, maupun kunjungan turis baik domestik maupun mancanegara ke Sungai Penuh.

Sejak terjadinya pemekaran wilayah pada tahun 2008 dan Kota Sungai Penuh yang sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Kerinci, sekarang sudah menunjukkan perkembangan signifikan.

Terlebih lagi dengan ditetapkannya Kerinci sebagai branding Pariwisata Provinsi Jambi oleh Kemenpar. "Secara khusus, dibidang kepariwisataan ini, dalam 2 tahun terakhir kita sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan promosi baik di tingkat daerah, hingga nasional,” katanya.

Zulwachdi mengungkapkan, untuk meningkatkan kunjungan turis ke Sungai Penuh, pihaknya menaruh harapan besar kepada seniman lokal, dengan memberdayakan potensi sanggar seni baik yang baru terbentuk dan menggairahkan sanggar-sanggar seni yang sudah ada.

“Saat ini yang kita lakukan adalah dengan mendirikan maupun menghidupkan kembali beberapa sanggar seni sebagai ujung tombak promosi seni budaya kita yang bisa menjangkau wilayah pedesaan hingga mancanegara," katanya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments