Jumat, 21 Juli 2017

Sudah Sebulan Tertahan di Malaysia, Jenazah TKI Kerinci Belum Bisa Dipulangkan, Headline Koran Metrojambi Edisi Jum'at 19 Mei 2017


Jumat, 19 Mei 2017 | 11:44:24 WIB


/

SUNGAIPENUH-Berita duka kembali datang dari negeri jiran Malaysia. Kali ini seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kototeluk, Hamparan Rawang, Kota Sungaipenuh, Eri Usdianto (44) meninggal dunia di Malaysia.

Informasi yang diperoleh harian ini dari keluarganya yang ada di Malaysia, Eri meninggal karena sakit yang dialaminya di dalam penjara Malaysia pada 16 April 2017 lalu.

Kemudian jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Keluang, Johor, Malaysia. Namun permasalahannya hingga saat ini pihak keluarga terkendala soal dana untuk pemulangan jenazah ke Sungaipenuh.

"Sampai saat ini tidak ada biaya untuk pemulangan jenazah. Jadi masih di Rumah Sakit Keluang, Johor, Malaysia sejak meninggal pada 16 April 2017,” ujar Yuli, seorang TKI keluarga yang juga sahabat Eri di Malaysia.

Keterangannya sudah sebulan tertahan di rumah sakit Malaysia. Karena untuk mengurus pengambilan jenazah butuh biaya besar. Sedangkan pihak keluarga Eri tidak mampu menyediakan biaya yang diminta.

Menurut Yuli, keluarga yang disana telah berusaha mengumpulkan uang. Tapi tak mencukupi. Apalagi untuk pengurusan dan pemulangan jenazah dari Johor harus mengeluarkan dana sekita 7.400 Ringgit Malaysia (RM) atau Rp 22 juta lebih. Teman Eri, Yuli minta pemerintah Indonesia membantu pemulangan jenazah Eri.

“Keluarga tetap meminta untuk dipulangkan. Sumbangan dari kami teman-temannya cuma terkumpul RM 2.000, atau sekitar Rp 6 juta. Masih banyak kekurangannya,” ujar Yuli

Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sakti Alam Kerinci (Ikebsak) di Malaysia, Faisal Anas membenarkan hal ini. Faisal mengatakan, proses pengambilan jenazah Eri masih menjadi persoalan saat ini.

Hal ini tak seperti biasanya terjadi, karena menurut Faizal, soalnya jenazah meninggal di penjara lalu dibawakan ke rumah sakit Keluang Johor Baharu Malaysia. Sehingga memerlukan dana sekitar 7 Atau 8 ribu ringgit Malaysia.

"Soalnya cargo pengiriman jenazah ada minta transportasi. Tapi kalau warga kita meningal di wilayah Kuala Lumpur dan Selangor tidak sampai seperti biaya itu. Itulah yang menjadikan persoalan," jelasnya.

Faisal mengatakan, tentang administrasi sudah dicoba uruskan melalui KBRI dan konsulat RI Johor Baharu. "Sekarang jenazah masih lagi di hospital. Sekarang ahli waris dan warga Kerinci di Johor Baharu lagi menggalang dana buat jenazah. Mohon doanya semoga almarhum tenang di sana. Dan Ketua Ikebsak Perwakilan di wilayah perwakilan Johor Baharu saudara Syafrizal lagi membantu almarhum. Semua administrasi sudah selesai diuruskan. Mudah-mudahan bisa pulang," ungkapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja, Muswadi, mengaku belum mendapat informasi tersebut. Ia pun meminta pihak keluarga melaporkan dulu permasalahan itu pihak penanganan TKI di luar negeri. "Belum dapat info saya, belum ada laporan keluarga," katanya.


Penulis: pia
Editor:


TAGS:


comments