Jumat, 15 Desember 2017

Jelang Ramadan, Wagub Minta TPID Stabilkan Harga


Jumat, 19 Mei 2017 | 15:13:29 WIB


Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar
Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar / dok/metrojambi.com

JAMBI – Sudah hal yang lumrah, menjelang puasa dan lebaran harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Kondisi ini kerap membuat warga mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan pokok di rumah.

Karena itu, untuk memantau harga kebutuhan pokok ini pemerintah sudah mempunyai tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, memerintahkan TIPD ini mampu bekerja untuk menjaga stabilitasi harga selama bulan Ramadan dan lebaran nanti.

“Saya mita TIPD dan pihak terkait lainnya mampu membuka bersinergisi dan koordinasi agar stabilitas harga pangan tetap terjaga selama puasa dan lebaran ini,” kata Fachrori, Jumat (19/5).

TPID itu teridiri dari berbagai instansi pemerintahan daerah, yakni perwakilan Bank Indonesia, Bulog dan BUMD. Fahrori meminta, TPID ini mampu mengontrol kenaikan harga barang yang tidak terkendali akan menyebabkan tingginya angka inflasi dan berimbas pada pendapatan riil masyarakat akan terus turun.

“Jika inflasi itu juga membuat standar hidup masyarakat akan ikut menurun, kemudian menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan," katanya.

Dalam konteks pengendalian inflasi daerah, Fachrori mengingatkan kembali agar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang pertanian, peternakan, perikanan, infrastruktur dan perdagangan perlu melaksanakan peta jalan (roadmap) program kerja pengendalian inflasi daerah jangka panjang hingga tahun 2021 dan secara konsisten melaporkannya ke TPID Provinsi Jambi.

"Hal ini saya sampaikan mengingat masalah inflasi sebagai salah satu indikator strategis pembangunan," katanya.

Fachrori mengintruksikan OPD untuk mempercepat penyelesaian dasar hukum operasi pasar produk pangan yang dilakukan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Kemudian mempercepat kerjasama antar daerah terutama daerah yang mengalami surplus pangan baik dalam Provinsi Jambi maupun dengan daerah di luar Provinsi Jambi.

Selanjutnya, OPD diminta mendorong efisiensi perdagangan terutama perdagangan pangan melalui optimalisasi lelang dini (forward) untuk produk pangan serta mulai merintis sistem resi gudang produk pangan, bekerjasama dengan pihak perbankan dan BUMN di Provinsi Jambi.

OPD juga diminta mempercepat efektivitas lembaga penjamin kredit daerah serta program asuransi pertanian, peternakan dan perikanan bekerjasama dengan instansi terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Jasindo.

Berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, Wagub mengimbau, bupati/walikota dan instansi teknis terkait untuk mendorong upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan lahan tidur, penggunaan bibit unggul, penyediaan saprodi pertanian dan perbaikan infrastruktur pendukung.

"Selain itu perlu dilakukan kerjasama dengan lembaga penelitian, akademisi, organisasi kemasyarakatan dan aparat kemananan (TNI/Polri)," pungkasnya.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments