Sabtu, 21 Oktober 2017

Pimpin Rakor Karhutla, Ini Perintah Bupati Tanjabbarat


Rabu, 14 Juni 2017 | 14:51:35 WIB


Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) / Muammar Solihin

KUALA TUNGKAL– Bupati Dr. Ir. H. Safrial, MS, memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengungkapkan secara langsung Bupati meminta kepada Camat agar selama 7 (tujuh) hari penuh berada di Kecamatan.

Hal itu dimaksudkan Bupati, agar Camat bisa melakukan koordinasi dengan Danramil, Babinsa dan Polsek, guna melakukan antisipasi terjadinya Karhutla. Menginggat pada bulan Juli dan Agustus saat-saat bakal terjadinya musim kemarau.

“Camat saya minta full 7 hari di Kecamatan. Lakukan koordinasi dengan Danramil,lakukan Patroli,” pinta Bupati Safrial saat memberikan sambutan dalam Rakor Pencegahan dan Pengendalian Karhutla, ujar Bupati Safrial, Selasa (13/6/17).

Dikatakan Bupati, sebagian Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan lahan gambut, jadi sangat rawan terjadinya Karhutla.

“Kabupaten ini banyak lahan gambut. Jadi rentan terjadinya karhutla. Lakukan patroli setiap malam. Standby kan peralatan pemadam kita bila perlu.,” sebut Bupati.

Maka dari itu, Bupati juga meminta agar setiap parit yang ada di lahan gambut, bisa ditutup. Agar saat turun hujan parit tersebut bisa menampung air. “Kita minta parit ditutup. Andaikata kita punya pompa air tersebut bisa digunakan,”
ujarnya.

“Dan saat ini untuk wilayah yang rentan itu ada di wilayah Betara dan Senyerang. Mulai besok itu didata,” tambah Bupati.

Selain itu kata Bupati, dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla, pemkab juga bekerjasama dengan perusahaan guna melakukan di wilayah kerja masing-masing.‪ “Kita akan kirim surat ke perusahaan bahwa bila terjadi kebakaran itu adalah tanggung jawab perusahaan,” pungkasnya.

Sehubungan hal ini, Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga, SIK, mengapresiasi langkah tegas yang diambil Bupati. Lebih lanjut Kata Kapolres, ada ancaman hukuman bila membuka lahan dengan cara membakar.

“Jadi jangan sembarangan membuka lahan dengan membakar. Itu ada sanksinya,” sebutnya.

Rakor ini turut dihadiri Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga, SIK, Kajari Tanjabbar Pandoe Pramoekartika, SH, MH, Pasi Intel Kodim 041/Tajab KAPTEN Suseno, Wakil Bupati Drs. H. Amir Sakib, Sekda Drs. H. Ambok Tua, MM, SKPD terkait, Camat serta perwakilan dari perusahaan.


Penulis: Muammar Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments