Senin, 11 Desember 2017

Unik, Kakek Ini Tak Bisa Tidur Sebelum Menanam Pohon


Jumat, 28 Juli 2017 | 11:05:58 WIB


Abdul Samad Sheikh, seorang tukang becak 60 tahun dari Bangladesh yang menanam satu pohon setiap harinya.
Abdul Samad Sheikh, seorang tukang becak 60 tahun dari Bangladesh yang menanam satu pohon setiap harinya. / Foto: The Daily Star

BANGLADESH-Abdul Samad Sheikh, seorang tukang becak berusia 60 tahun asal Bangladesh, adalah bukti hidup bahwa kontribusi kecil selama periode waktu yang panjang dapat berarti sangat banyak.

Dia telah menanam minimal satu pohon setiap hari sejak ia berusia 12-tahun, yang berarti bahwa ia telah menanam hutan kecil lebih dari 17.500 pohon. Bayangkan jika semua orang mengikuti teladannya.

Abdul Samad Sheikh, dikenal sebagai “Pohon Samad” di kota asalnya dari Faridpur, pusat Bangadesh, telah bekerja sebagai tukang becak untuk sebagian besar hidupnya.

Pekerjaan sederhana dengan penghasilan sekitar 100 taka atau setara Rp16.515 per harinya.

Untuk penghasilan per harinya, hampir tidak cukup untuk menyajikan makanan di atas meja tuk keluarganya, tapi entah bagaimana, ia berhasil juga membeli setidaknya satu pohon dari Faridpur Hortikultura, setiap hari.

Dia mendedikasikan tugasnya ini untuk dunia, dan mengklaim dia tidak akan bisa tidur di malam hari jika ia tidak menanam pohon hari itu.

"Untuk seluruh malam saya tidak bisa tidur jika saya tidak menanam pohon,” kata Abdul kepada The Daily Star.

"Saya telah melakukan yang sejak aku berusia dua belas tahun. Kebanyakan aku menanam mereka di tanah pemerintah sehingga tidak ada yang bisa menebangnya nanti. Saya juga menyiram mereka, dan jika aku melihat orang memotong pohon saya protes itu dan memarahi mereka. Saya suka semua makhluk, hewan juga, tetapi terutama pohon."

Samad, istrinya Jorna, dan empat anak-anak mereka hidup di dalam dua pondok sederhana, di sebidang tanah milik kantor wakil komisaris di Faridpur.

Mereka tidak memiliki tanah mereka sendiri, dan kadang-kadang penghasilan sedikit nya tidak cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga, tapi dia selalu mengutamakan pembelian pohon sehari-hari.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: arah.com

TAGS:


comments