Jumat, 15 Desember 2017

Patologi Pilkada Kabupaten Kerinci


Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:19:45 WIB


/

PESTA demokrasi di kabupatan kerinci sebentar lagi akan dimulai, namun saat ini beberapa bakal calon bupati dan wakil bupati sudah mulai mengambil start dari awal dengan cara sosialisasi disetiap daerah-daerah  di kabupaten kerinci.

Mulai dari silaturahmi dengan tokoh politik, agama, adat hingga ke tempat pesta perkawinan masyarakat. Kejadian tersebut merupakan hal yang biasa ketika kita sudah memasuki hari menjelang di adakan pesta demokrasi yakni pilkada.

Kabupatan kerinci terkenal akan sumber daya alam yag sangat luar biasa, bahkan tidak heran hrean jika julukuan segempal tanah dari surga patut di sandangkan. Sektor pariwisata, adat, serta kebudayaan yang sangat kaya merupakan saah satu mengapa kerinci memang mempesona.

Tidak heran ketika pemeritah pusat menetapakan kabupaten kerinci sebagai branding wisata provinsi jambi, bahakan danau kerinci ditetapkan sebaga salah satu daei 15 danau orioritas pemerintah pusat.

Status yang demikian tentunya menjadi kebanggan kabupatenkerinci umumnya provinsi jambi. Namun dilain sisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat bagaimana mengelola dan mengembangkan potensi wisata agar bisa menyumbangkan kontribusi yang besar pada sektor PAD.  Mengingat sebentar lagi akan dilaksanakan pilkada tentunya ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu mengelola pariwisata tersebut.

Terlepas dari hal diatas , disini penulis akan sedikit berbicara mengenai patologi-patologi ataupun penyakit yng sering terjadi dikalanagan masyarakat ketika dilaksanankan pilkada di kabupaten kerinci. Kabupaten kerinci terkenal dengan masyarakatnya yang sangat primordial, artinya masyarakat yang fanatik terhadap daerahnya. Faktanya saat ini terjadi sekte-sekte pengelompokan calon berdasarkan daerah dengan istiah kerinci mudik, Kerinci Hilir dan Kerinci Tengah.

Pengelompokan seperti itu tentu menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah terutama penyelenggara, yang kita takutakan ialah teradinya kericuhan pasca pilkada mengingat fanatisme masyarakat yang terlalu tinggi. Karena sebelum-sebelumnya Kerinci sering bentrok antar pendukung pasca pilkada. Fakta sepetrti ini yang menurut penlis perlu di benahi.

Kemudian, gejolak-gejolak pilkada di karinci semakin hari semakin memanas, hal itu terlihat dari baliho salah satu pasangan dengan sengaja di copot ataupun dirobek, kejadian ini mungkin memang lumrah terjadi, tetapi dengan pilkada yang damai  tetunya kita semua mengimpikan.
Berbicara mengenai pilkada kabupaten Kerinci, penulis  flashback ke pilkada tahun-tahun yang sebelumnya, dimana ada satu masalah yang mugkin kita sadari seksama selama ini, namun kita tidak tahu bagaimana menyelesaiakan masalah tersebut. Permaslahannya ialah dimana dunia akademis sudah masuk dalam ranah politik.

Kitatahu bahwa ASN daam hal ini PNS dilarang terlibat dalam hal politik, hal ini ditegaskan dalam aturan undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN serta ditegaskan dalam surat edaran Menpan-RB nomor B/2355/M.PANRB/07/2015 tentang netralitas ASN dan larangan penggunaan Aset Pemerinta dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak. Ketika hal itu dilanggar maka sanksi yag diberikan ialah pemberhentian secara tidak hormat.

Namun hal yang aneh terjadi di kabupeten kerinci dimana para ASN dalam hal ini PNS selalu dilibatkan dalam pilkada. PNS disini menjadi kambing hitam, atau dijadikan alat politik rezim pemerintah. PNS dilibatkan dalam politik untuk memilih salah satu calon, ketika hal tersebut bertentangan dengan perintah maka siap menerima sanksi berupa pindah tugas ke daerah yang sangat jauh sekali jaraknya dari tempat tinggalnya.

Masalah di ataslah yang menurut penulis selama ini menjadi masalah yang sangat luar biasa yang menciderai kebebasan demokrasi.Sebab sebentar lagi pilkada serentak akan segera dilaksanakan di kabupaten kerinci, permasalahan yang penulis jelaskan disini, tentu kita sama-sama berharap tidak terjadi seperti tahun-tahun yang sebelumnya.

Kedewasaan berpolitik disini sangat diperlukan masing-masing bakal calon dan secara otomatis akan terbentuk masyarakat yang rasional dalam mennetukan sikap dalam memilih, inilah esensi dari sebuah pilkada yaitunya calon yang integritas serta masyarakat yang berkualitas.

Penulis sangat berharap pilkada serentak yang akan dilaksanakan di kabupaten kerinci berjalan dengan damai karena kata damai merupakan impian masyarakat karena kabupeten kerinci sudah sering sekali terjadi konflik antar masyarakat. Semoga pilkada yang damai, bersih akan melahirkan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas.

-------------------
Penulis adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Jambi dan BPH Ikatan Mahsiswa Kerinci Sungai Penuh Jambi (IMKS-JAMBI).


Penulis: Wahyu Hidayat
Editor:


TAGS:


comments