Minggu, 22 Oktober 2017

Waduh... Ratusan Sapi Bali Terjangkit Virus Jembrana


Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:52:12 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

SENGETI – Ratusan ekor sapi bali di Kabupaten Muarojambi diketahui terjangkit virus Jembrana. Akibatnya, stok sapi bali jelang hari raya Idhul Adha tahun ini terancam berkurang.

Menurut laporan yang diterima dari tim medis di Kecamatan Sungai Bahar, Sungai Gelam, Mestong, dan Kecamatan Marosebo, tidak kurang dari 400-500 ekos sapi bali dibeberapa kecamatan itu terserang virus Jembrana.

"Kira-kira dari awal Januari sampai Juli ini, mungkin sekitar 400-500 ekor yang terkena virus jembrana. Itupun tidak semuanya mati, karena ada yang hanya baru menunjukkan gejala, tapi petani takut, kemudian dijual atau dipotong," ujar drh A Rikianto, dokter hewan Dinas Peternakan dan Perkebunan, Muarojambi, Rabu (9/8).

Menurutnya, ada banyak kemungkinan yang akan terjadi akibat banyaknya sapi bali terjangit virus tersebut. Salah satunya tentulah harga sapi yang akan mengalami kenaikan.

"Banyak dampak yang terjadi akibat dampak penyakit tersebut. Pertama harga sapi akan menjadi relatif lebih tinggi dari sebelumnya. Kedua kewaspadaan dari peternak terhadap penyakit tersebut akan mempengaruhi mereka dalam pemeliharaan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, yang mesti diperhatikan adalah lalu lintas ternak, dari mana dan kemana yang akan dituju untuk dipelihara.
Seperti, bila ada sapi dari wilayah tersebut harus cepat diwaspadai dan dilaporkan kepada petugas agar sapi baru datang bias segera dicek atau diberikan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

"Karena ini merupakan merupakan tugas pokok dari kami, bila ada laporan pasti kita turun ke lapangan. Misalnya seperti yang baru-baru ini di Muaro Pijoan, atau di Rengas Bandung. Kita sudah turun untuk memeriksa ternak yang belum kena. Ini sebagai antisipasi penyebaran virus jembrana," katanya.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments