Sabtu, 21 Oktober 2017

Soal Penyakit Jembrana, Dewan Belum Dapat Laporan Disbunnak


Sabtu, 19 Agustus 2017 | 13:26:21 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABULIAN - Komisi II DPRD Kabupaten Batanghari, mengaku belum menerima laporan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) terkait penyakit jembrana yang menyerang ternak sapi milik warga Desa Mersam, Kecamatan Mersam. 

"Belum ada laporan. Kita malah tau dari teman wartawan soal penyakit jembrana," ujar Yuniarti Hendaningsih, anggota Komisi II DPRD Batanghari.

Yuni berjanji akan memanggil Dinas Perkebunan dan Peternakan Batanghari. Apalagi penyakit tersebut menyebabkan kerugian besar untuk masyarakat. 

"Instansi terkait akan dipanggil untuk segera mengatasi wabah penyakit tersebut. Kasihan masyarakat kalau virus itu menyebabkan ternak mereka mati," tegasnya. 

Penyakit jembrana yang menyerang ternak sapi bali ini, ditemukan Disbunnak Batanghari di Desa Mersam, Selasa (8/8) lalu.

Kasi Keswan Disbunnak Batanghari, Yannofa mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap sapi di Desa Mersam, ditemukan satu sapi potong yang terjangkit penyakit jembrana.

Dikatakannya, meski penyakit tersebut termasuk kategori tidak berbahaya bagi manusia, namun dapat membahayakan kesehatan ternak itu sendiri. 

"Efeknya justru sangat berdampak bagi hewan itu sendiri, ditandai dengan panas tinggi, lesu dan hewan banyak tidur dalam jangka panjang serta dapat menyebabkan kematian (dipotong paksa)," katanya


Penulis: Junaidi
Editor: Ikbal


TAGS:


comments