Sabtu, 21 Oktober 2017

Kota Jambi Terbanyak Temuan Kasus HIV/AIDS


Selasa, 22 Agustus 2017 | 11:37:12 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat, penderita HIV/Aids di Kota Jambi memiliki persentase tertinggi di Provinsi Jambi. Pada tahun 2015 tercatat sebanyak 68 penderita HIV, 43 penderita Aids, dan 9 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 2016 tercatat sebanyak 74 orang menderita HIV, 78 orang terinfeksi Aids dan 5 diantaranya meninggal.

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti mengatakan, peningkatan penemuan kasus ini dikatakan sebagai sebuah keberhasilan. Sebab para penderita HIV/Aids ini cenderung menutup diri dan malu untuk menceritakan penyakitnya. Kondisi ini jugalah yang menyebabkan lamanya proses pengobatan bagi para penderita.

"Sebenarnya banyak yang terkena, tetapi mereka tidak mampu menceritakan, lantaran malu. Oleh karena itu peningkatan jumlah ini adalah suatu keberhasilan bagi tenaga medis dalam melakukan penemuan kasusnya. Ini berarti petugas kita bisa menjangkau ke lokasi yang rawan," jelasnya.

Selain Kota Jambi, Kabupaten Tanjabbar menempati posisi kedua untuk penderita HIV/Aids du Jambi. Pada tahun 2015 penderita HIV berjumlah 4 orang, penderita Aids 3 orang dan korban meninggal dunia ada 2 orang. Dan di tahun 2016 penderita HIV sebanyak 16 orang, 6 orang Aids dan korban meninggal dunia 5 orang.

Eva menyebutkan, tingginya penderita HIV/Aids disebabkan karena Kota Jambi menjadi ibukota provinsi dan tempat semua orang dari luar daerah singgah ke Jambi.

Sedangkan penyebab Kabupaten Tanjabbarat menjadi penderita tertinggi setelah Kota Jambi, dikarenakan berbatasan langsung dengan Batam.
"Tanjab Barat juga merupakan salah satu daerah yang sering disinggahi orang dari luar Jambi, apa lagi setelah ada Kapal Roro yang langsung dari Batam ke Tanjab Barat yang memperkuat keluar masuknya virus itu," katanya.

Salah satu upaya Dinkes Provinsi Jambi mencegah penyakit ini ialah menjangkau lokasi yang menjadi lokasi kunci, tempat orang-orang yang mempunyai faktor resiko tinggi penularan HIV/Aids seperti waria, kelompok beresiko tinggi termasuk (WPS) wanita pekerja seks, lelaki suka lelaki(LSL), pengguna narkoba dan suntik.

"Kita juga gencar melakukan sosialisasi agar paradigma penderita dan masyarakat bisa berubah,’’ katanya.Selain itu, Dinas Kesehatan juga memiliki target indikator. Persentase angka kasus HIV yang diobati mulai dari 2014 capaiannya adalah 45,77%, 2015 46,96% dan pada 2016 sebanyak 51,56% dari target 47%.

Disebutkannya, sejak 1999-2016 di 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi, ada 1.537 kasus HIV/Aids yang terdiri dari infeksi HIV 889 orang, Aids 648 orang dan korban meninggal 224 orang.

"Cara penularannya pun komulatif, tercatat IDU sebanyak 37,34%, heterosex 48,61%, homsex 8,17 persen," ungkap Kabid P2PL ini. Kemudian proporsi kasus Aids yang tercatat meninggal dunia sebanyak 34,56%. Pada tahun 2016 ini sebanyak 11 orang meninggal dunia, terinfeksi HIV 101 orang, 87 orang menderita Aids.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments