Jumat, 15 Desember 2017

Drone, Mainan atau Senjata Mematikan?


Selasa, 05 September 2017 | 11:22:47 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

DALAM beberapa tahun terakhir, drone berubah menjadi “mainan” bagi kalangan kelas menengah yang selalu haus dengan perangkat teknologi anyar. Padahal di dunia militer, drone terbukti menjadi senjata pembunuh. Kini Data yang dipaparkan NPD, sebuah firma riset pasar mengungkapkan, dari April 2015 hingga April 2016, terjadi peningkatan 224 persen penjualan drone bagi kalangan sipil di dunia.

Salah satu perusahaan yang memperoleh kue paling besar dalam bisnis drone ini adalah DJI. DJI memperoleh 50 persen pangsa pasar drone di wilayah Amerika Utara. Selain itu, FAA atau Federal Aviation Administration memperkirakan bahwa drone akan terjual hingga mencapai angka 7 juta unit pada 2020 di AS.

Di banyak negara, penggunaan drone harus mengantongi izin dan membayar biaya tertentu kepada pemerintah termasuk di AS. Kenyataannya popularitas drone  kian tak terbendung di berbagai negara. Drone memang bukanlah mainan sembarangan. Izin digunakan untuk menjamin keselamatan pihak-pihak yang berhubungan dengan sebuah drone kala perangkat tersebut terbang. Data yang diungkapkan FAA menyebut, terdapat 406.000 warga AS yang mendaftarkan drone miliknya pada 2016.

Sayangnya, ketatnya pengoperasian drone belum bisa mengendalikan dampak buruk dari drone. Insiden-insiden kecelakaan atau potensi kecelakaan yang melibatkan drone untuk sipil malah meingkat. Data FAA mengungkapkan, dari 22 Agustus 2015 hingga 31 Januari 2016, terdapat sedikitnya 600 drone yang terbang terlalu dekat dengan area bandara di AS. Drone yang terbang terlalu dekat dengan bandara, berisiko mengancam keselamatan penerbangan.

Belum lagi, insiden-insiden lalainya operator drone saat menerbangkan  alat yang bisa dibekali perangkat kamera dan video ini. Drone juga tak jarang mengenai seseorang, atau mengakibatkan kecelakaan lainnya yang merugikan.

Drone memang bukanlah mainan sembarangan. Masalah privasi juga merupakan masalah yang menghantui dari berkembang luasnya penggunaan drone. Drone yang terbang bersama perangkat alat perekam gambar tentu berpotensi mengganggu orang-orang lain bila digunakan untuk tujuan tidak baik.

Di Indonesia, pemerintah sejak 2015 sudah mengatur soal batasan pengoperasian drone dengan peraturan kementerian perhubungan, bahkan drone yang dianggap telah melanggar bisa dipaksa untuk dijatuhkan oleh aparat.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments