Rabu, 18 Juli 2018

Akses Keuangan dan UMKM Jambi Terjaga Dengan Baik


Jumat, 22 September 2017 | 10:52:18 WIB


Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, V Carlusa
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, V Carlusa / dok/metrojambi.com

JAMBI - Stabilitas keuangan daerah Provinsi Jambi tetap terjaga baik dari sisi korporasi dan rumah tangga di tengah perlambatan perekonomian Jambi.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, V Carlusa mengatakan, dari sisi korporasi terindikasi dari pertumbuhan positif dunia usaha melalui nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) sebesar 28,88% tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 21,60.

"Pertumbuhan positif tersebut tidak serta mempengaruhi kebijakan dunia usaha dalam peningkatan pembiayaan bank yang didorong sikap “wait and see” perkembangan harga komoditas kelapa sawit dan karet. Namun, penyaluran kredit korporasi pada triwulan laporan masih menurun 8,46% (yoy), atau lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang turun 9,69% (yoy)," jelasnya.

Dikatakannya, penurunan tersebut didominasi penurunan kredit terhadap sektor pertanian, pertambangan dan industri pengolahan. NPL korporasi masih berada dalam posisi terjaga meskipun menurun menjadi 2,18% dari 3,20% pada triwulan sebelumnya.

"DPK dan kredit kepada sektor rumah tangga mengalami peningkatan dan DPK rumah tangga pada triwulan I-2017 tumbuh sebesar 14,32% (yoy) atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (16,13% yoy)," ujarnya.

Carlusa menyebutkan, kenaikan tersebut juga terkonfirmasi dari NTP Provinsi Jambi posisi Maret 2017 yang berada di bawah 100 (98,74) dan rumah tangga memandang pesimis perekonomian terlihat dari rata-rata nilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 104,25 pada triwulan I-2017 menjadi 89,10 pada triwulan laporan dan pesimis akan perekonomian kedepan yang tercermin dari rata-rata Indeks Ekspetasi Konsumen (IEK) dari 115,67 pada triwulan I-2017 menjadi 99,8.

Kredit sektor rumah tangga (RT) tumbuh sebesar 9,0% (yoy) atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (9,51% yoy) yang didorong penurunan kredit KPR dan KPA.

Rasio NPL kredit sektor rumah tangga stabil dengan kecenderungan mengalami sedikit peningkatan dari 1,65% menjadi 1,59% pada triwulan laporan dan berada dalam posisi terjaga.

Kredit UMKM Jambi, kata Carlusa, pada triwulan laporan tercatat sebesar Rp11,3 triliun, mengalami perlambatan dengan tumbuh 2,1% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,6% (yoy) dan pangsa kredit UMKM terhadap total kredit di Jambi mengalami sedikit penurunan yaitu dari 36,06% di triwulan lalu menjadi 36,04% pada triwulan laporan.

Menurutnya, saat ini aset bank umum Provinsi Jambi pada triwulan laporan mengalami peningkatan yang didorong pertumbuhan DPK.
Aset bank umum pada triwulan II-2017 mengalami pertumbuhan sebesar 9,28% (yoy) menjadi Rp41,68 triliun, meningkat dibandingkan triwulan I-2017 (7,69% (yoy)).

"Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh bank umum sebesar Rp 29,2 triliun meningkat sebesar 21,50% (yoy) dan kredit tumbuh sebesar 3,59% (yoy) menjadi Rp31,5 triliun sehingga Loan to Deposits Ratio (LDR) perbankan berdasarkan bank pelapor mengalami penurunan sebesar 110 bps menjadi sebesar 107,8%,’’ katanya.

‘’Kualitas kredit masih terjaga yang tercermin dari rasio NPL di bawah 5% (2,76%) namun sedikit memburuk dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang berada di posisi 2,93%," katanya lagi.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments