Senin, 18 Desember 2017

MUI Batanghari Sebut KB Berdampak Positif Tekan Angka Kelahiran


Rabu, 27 September 2017 | 11:27:10 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

MUARABULIAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batanghari, menilai, program Keluarga Berencana (KB) yang telah lama dicanangkan pemerintah bukanlah persoalan dan tidak masuk kategori haram dengan jenis-jenis tertentu.

"Mengatur penundaan anak itu tidak ada pertentangan dalam agama, artinya itu boleh,” ujar anggota MUI Batanghari Bustomi, Selasa (26/9).

Menurutnya, berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan, bahwa program KB bukan menjadi persoalan bagi masyarakat dalam menggunakannya. Tentunya, dari sudut pandang dan pengkajian yang dilakukan ulama.

"KB sangat berdampak positif dalam menekan angka kelahiran anak. Hal ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak guna mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk," ungkapnya.

Meski demikian, Bustomi mengaku, MUI masih akan melakukan pengkajian terhadap KB jenis vasektomi dan tubektomi.

"Karena jenis KB permanen ini secara tidak langsung akan bersentuhan dengan alat vital dan merusak pembuahan pada sel telur manusia. Dua jenis KB tersebut nantinya akan dibahas MUI bersama ulama lainnya ditingkat Provinsi Jambi," katanya.


Penulis: Junaidi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments