Sabtu, 16 Desember 2017

Tolak Hasil Survei, Tafyani akan Dicap Sebagai Pengkhianat


Senin, 09 Oktober 2017 | 17:19:17 WIB


Hasil survei bakal calon bupati dari Kerinci Hilir yang dilakukan Akses School of Reserach
Hasil survei bakal calon bupati dari Kerinci Hilir yang dilakukan Akses School of Reserach / istimewa

KERINCI - Akses School of Research beberapa hari lalu telah mengeluarkan hasil survei terhadap bakal calon bupati dari Kerinci Hilir. Hasilnya, Zainal Abidin menempati posisi teratas, kemudian berturut-turut adalah Tafyani Kasim, Candra Purnama, dan Subur Budiman.

Namun belakangan keluarnya hasil survei tersebut malah menimbulkan polemik, dan mendapat penolakan. Tafyani Kasim misalnya, menyatakan akan melakukan survei pembanding karena ditunjuknya Akses School of Research untuk melakukan survei tidak sesuai kesepakatan.

Menanggapi hal ini, Jafni Nawawi selaku koordinator Kerinci Hilir Bersatu dan anggota Tim 7 mengatakan, tidak ada yang salah dari pemilihan Akses School of Research untuk melakukan survei. Jafni menyebutkan, sebalumnya sudah ada kesepakatan jika survei dilakukan oleh lembaga yang belun pernah melakukan survei di Kerinci.

"Kesepakatan sebelumnya, bakal calon menyerahkan survei kepada kita Tim 7. Dan disepakati tidak dipublikasikan lembaga survei apa yang akan dipakaim jadi, tidak benar kalau sudah ada kesepakatan pakai LSI (Lembaga Survei Indonesia," beber Jafni, Senin (9/10).

Meski tidak tergabung dalam Persepi, namun Jafni menegaskan pihaknya tidak asal-asalan menunjuk Akses School and Research untuk melakukan survei. Bahkan ia menyebut lembaga survei tersebut memiliki track record yang cukup baik.

"Mereka sudah 63 kali melakukan survei di berbagai kabupaten/kota di Indonesia," sebut Jafni.

Lantas, bagaimana jika Tafyani atau ada calon lainnya dari Kerinci Hilir tetap ingin maju di Pilkada Kerinci 2018? Jafni menegaskan, jika ada calon dari Kerinci Hilir yang maju di luar hasil survei, maka tidak akan didukung.

"Calon yang maju dari hilir tetap satu. Kalau ada yang maju di luar hasil survei, maka tidak akan dipilih dan akan dicap sebagai pengkhianat," tegas Jafni.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments