Minggu, 19 November 2017

Zola Harapkan Rakor Gubernur se Sumatera Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah


Senin, 09 Oktober 2017 | 21:41:00 WIB


Gubernur Jambi Zumi Zola saat berbicar di hadapan peserta rakor Gubernur se Sumatera, Senin (9/10)
Gubernur Jambi Zumi Zola saat berbicar di hadapan peserta rakor Gubernur se Sumatera, Senin (9/10) / Humas Pemprov Jambi

JAMBI – Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S.TP, MA berharap agar rapat koordinasi (rakor) gubernur se Sumatera dapat mendorong percepatan pembangunan di wilayah Sumatera, guna meningkatkan perekonomian dan daya saing daerah, yang selanjutnya akan turut meningkatkan perekonomian nasional. Harapan tersebut dikemukakan Zola dalam Rakor Gubernur se Sumatera tahun 2017 di aula SwissBell Hotel, Kota Jambi, Senin (9/10).

Rakor tersebut dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tajhjo Kumolo, dan dihadiri Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono, perwakilan dari Kementerian BUMN, serta perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Turut pula hadir Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar, Forkopimda Provinsi Jambi, bupati/walikota se Provinsi Jambi, rektor perguruan tinggi se Sumatera, serta undangan lainnya.

Zola mengatakan, percepatan pembangunan di wilayah Sumatera, khususnya pembangunan infrastruktur, merupakan hal yang mendesak untuk dilaksanakan, mengingat wilayah Sumatera merupakan pusat kegiatan ekonomi terbesar kedua setelah Pulau Jawa. Artinya, jika infrastruktur dasar wilayah Sumatera telah tersedia dengan baik, maka secara bertahap investasi yang selama ini hanya terpusat di wilayah Jawa, sebagian akan bergeser ke wilayah Sumatera.

“Wilayah Sumatera adalah salah satu pintu gerbang Indonesia dalam perdagangan internasional dan lumbung energi nasional. Diarahkan untuk pengembangan hilirisasi komoditas batubara, serta industri berbasis komoditas kelapa sawit, karet, timah, bauksit, dan kaolin,” beber Zola.
 
Dari sisi, lanjut Zola, letak geografis Sumatera sangat strategis. Pantai Timur Sumatera dilewati oleh Sea Lane of Communication (SLoC), dan Pantai Barat Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia menjadi ujung tombak pembangunan maritim, terutama setelah dilaksanakannnya Indian Ocean Rim Association (IORA) di Padang beberapa bulan yang lalu dengan tema ”Strengthening Maritime Cooperation in a Peaceful and Stable indioan Ocean.”
 
“Berbicara tentang kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Sumatera terhadap PDB Nasional, Pulau Sumatera harus diperhitungkan secara nasional, mengingat Pulau Sumatera merupakan pulau kedua terbesar setelah Pulau Jawa, yang pada tahun 2016 memberikan kontribusi 22,03 persen, dan pada tahun 2019 ditargetkan dalam RPJMN 2014 – 2019 berkontribusi 24,6% terhadap PDB Nasional,” ungkap Zola.

Dikatakannya lagi, pencapaian target PDB tersebut tidaklah mudah. Apalagi jika melihat angka pertumbugan ekonomi Sumatera pada tahun 2016 sebesar 4,29%, jauh dari yang ditargetkan dalam RPJMN 6,2%. “Maka dari itu, kerjasama antara daerah se Sumatera diharapkan turut membantu mencapai target tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo mengharapkan adanya peran yang sangat aktif dari seluruh Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan pambangunan, termasuk dalam pembebasan lahan untuk pembangunan infrastrukur.

Tjahjo juga mengungkapkan, untuk Tahun Anggaran 2018 pembangunan di Sumatera juga harus fokus pada pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan mengurangi ketimpangan antar wilayah.
 
“Setiap kecamatan harus ada Puskesmasnya, ada dokter, ada perawat, ada obatnya. Pengelolaan anggaran tidak parsial, harus terintegrasi antara pusat dan daerah,” ujar Tjahjo.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments