Senin, 16 Juli 2018

Tanjabtim Bangun Sirkuit Model Perahu Layar


Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:18:03 WIB


Desain pembangunan Sirkuit Balap Nasional di Tanjabtimur
Desain pembangunan Sirkuit Balap Nasional di Tanjabtimur / Istimewa

MUARASABAK – Rencanan pembangunan sirkuit balap bertaraf nasional di Kabupaten Tanjabtim, kian terwujud. Saat ini, Pemkab Tanjabtim sudah menyiapkan lahan seluas 45 hektar di Kecamatan Muarasabak Barat.

Menariknya, lintasan balap sepanjang 2.533 meter itu, akan dibangun berbentuk perahu layar yang menjadi ciri khas atau logo Pemkab Tanjabtim.

Hasil ekspose konsultan perencanaan pembangunan sirkuit dihadapan Bupati Romi dan Wakil Bupati Robby, Selasa (10/10), pembangunan sirkuit balap ini, diperkirakan akan menelan dana hampir Rp 122 miliar.

Nantinya, sirkuit ini akan dilengkapi sarana pendukung lain, dengan konsep penghijauan seperti arena bermain gokart, areal parkir, dan taman sebagai lokasi rekreasi keluarga.

Pembangunan sirkuit balap tahap awal berupa land clearing, akan dimulai pada tahun ini juga. Kemudian dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan fokus pada pembangunan badan jalan lintasan balap.

“Meskipun sirkuit belum dapat sepenuhnya dibangun, tapi saya ingin lintasan balap sudah dapat digunakan pada 2019 mendatang,” ujar Romi.
Mengenai sarana pendukung lain seperti pembangunan gedung tribun dan fasilitas lainnya, Pemkab Tanjabtim nantinya akan mencoba melobi Pemprov Jambi dan pemerintah pusat.

Untuk pengelolaan sirkuit bertaraf nasional tersebut, Pemkab Tanjabtim nantinya akan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi.
“Secara umum konsep pembangunan sirkuit sudah bagus, tapi finalnya nanti akan kita bicarakan lagi dengan mengundang pihak IMI Jambi. Karena kita nantinya akan menggandeng IMI, untuk mengelola sirkuit yang kita bangun ini,” jelasnya.

Bupati pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan sirkuit bertaraf nasional yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Tanjabtim.

Sementara itu, Sarwo, selaku konsultan menyebutkan, membangun sirkuit khususnya lintasan balap, tidak sama dengan membangun jalan.
Pasalnya, jika lintasan balap tersebut sudah berlubang atau ditambal, maka hal ini tentunya akan menjadi hambatan bagi para pembalap dalam memacu laju kendaraannya.

“Apalagi lahan di Kabupaten Tanjabtim memiliki kadar air cukup tinggi, ini tentu harus jadi perhatian dengan lebih mengutamakan kualitas pembangunan,” jelas Sarwo, selaku konsultan perencana.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments