Sabtu, 16 Desember 2017

Zola Imbau Petani Tak Alihfungsikan Lahan Pertanian Pangan


Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:22:17 WIB


Gubernur Jambi H Zumi Zola STP MA beserta rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tebo
Gubernur Jambi H Zumi Zola STP MA beserta rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tebo / Humas Provinsi

TEBO- Gubernur Jambi H Zumi Zola STP MA mengimbau para petani untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian non pangan atau peruntukan lain, karena pertanian pangan itu sangat penting.

Sebagai reward bagi para petani yang mempertahankan lahan pertanian pangan, Zola mengatakan akan terus berupaya memberikan bantuan, sedangkan bagi petani yang mengalihfungsikan lahan pertanian pangan, bantuan tidak diberikan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menunjang swasembada dan ketahanan pangan.

Imbauan itu dikemukakan Zola dalam Gerakan Tanam Padi Sawah Gapoktan Lingkar Nago bersama Bupati Tebo H Sukandar, Wakil Bupati Tebo H Syahlan, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj  Sherrin Tharia Zola, Ketua TP PKK Tebo (Anggota DPR RI) Hj  Saniatul Lativa Sukandar dan TNI di Desa Bungo Tanjung, Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Rabu (11/10).

Gerakan Tanam Padi Sawah tersebut mengusung tema “Melalui Mekanisasi Pertanian Kita Tingkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) Mendukung Upsus Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Menuju Jambi TUNTAS 2021.”

Zola mengakui telah memantau keberhasilan masyarakat di Desa Bungo Tanjung dalam bidang pertanian khususnya padi sawah. "Saya pantau petani dan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) sangat luar biasa, satu hektar hasilkan 5,7 ton," ungkapnya.

Ditegaskannya, keberhasilan masyarakat dengan pertanian perlu perhatian agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang menjadi tantangan, di samping perubahan iklim terhadap tanaman non pangan.

"Kita edukasi masyarakat kalau pertanian komitmen, kita beri bantuan, ada alat pertanian sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih. Ketika tidak komit berubah menjadi non pangan kita tidak beri bantuan lagi," tegasnya.

Zola juga mengingatkan bahwa musim tanam bisa berubah sesuai dengan keadaan iklim yang perlu disikapi para penyuluh dan pihak terkait pertanian.

"Para penyuluh, sama-sama kita membimbing petani apa saja aplikasi teknologi yang harus diterapkan supaya kualitas dan kuantitas hasil pertanian bisa meningkat," harap Zola.

Peningkatan panen padi dari dua tahun sekali ditingkatkan menjadi tiga kali setahun merupakan harapan gubernur pada masyarakat petani di Desa Bungo Tanjung.

"Bersama Pak Bupati terus menganggarkan untuk program pertanian, Insya Allah Nilai Tukar Petani (NTP) bisa mencapai seratus, ini momentum baik," katanya.

Bupati Tebo, H Sukandar menyampaikan, padi jagung kedelai (Pajale) mengalami peningkatan siginifikan, dan masing-masing kecamatan memiliki andalan.

Kecamatan Tebo Ulu dengan potensi sawah, Tujuh Koto dengan jagung kedelai, Serai Serumpun dan Tebo Ilir dengan potensi kedelai, "Peningkatan ini tidak terlepas dari bantuan gubernur melalui Dinas Pertanian. Alsintan supaya dipergunakan dengan baik," kata Sukandar.

Menurutnya, kerjasama masyarakat dengan penyuluh membuahkan hasil dengan kembalinya masyarakat pada pertanian untuk lahan potensial.

"Ada lahan produktif yang dialihkan untuk sawit dan timbul kembali kesadaran untuk jadi sawah melalui penyuluh dan  gunakan alsintan untuk turun ke sawah dan mneghindari alih fungsi lahan," tegasnya.

Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir H Achmad Mausul melaporkan, luas tanam di Kabupaten Tebo pada Oktober-Maret 2016/2017 adalah 8.845 hektar, pada April-September 2017, realisasi mencapai 6.760 hektar atau 135 persen dari target seluas 5.000 hektare. "Artinya sudah mencapai di atas target," ujar Achmad Mausul.

Disebutkannya, hasil rakor Upsus di Bapeltan Jambi, luas tanam Oktober-Maret 2017/2018 seluas 8.700 hektar, guna menunjang pencapaian luas tanam tersebut, Tebo telah mendapat alokasi kegiatan dana APBD 1 untuk bantuan benih 1.000 hektar, padi organik 40 hektar, 4 unit pengolahan pupuk organik.

Kemudian, bantuan benih jagung seluas 4.250 hektar, budidaya kedelai APBN murni 4.000 hektar, 1.200 hektar APBN P, alat dan mesin pertanian baik pra panen maupun pasca panen: 8 unit traktor roda empat, satu unit untuk mencabut kelapa sawit di Desa Pulau Jelmu, 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa,  2 unit alat tanam padi, 3 unit alat pasca panen Combine Harvester sedang, 2 unit alat pasca panen Combine Harvester besar, 5 unit Corn Celler, serta 5 unit power thresher.

APBD Provinsi Jambi untuk Kabupaten Tebo mendapatkan penumbuhan penangkar benih padi seluas 35 hektar berupa benih padi, pestisida, pupuk.

Selain itu, Achmad Mausul mengatakan, luas sawah di Desa Bungo Tanjung 220 hektar di tiga hamparan, 70 hektar Pulau Jelmu, produktivitas padi 5,7 ton perhektar.

"Desa ini perlu mendapat apresiasi, karena telah mencapai indeks pertanaman sebesar 250, berarti sudah lebih duakali tanam," katanya.
Kepala Desa Bungo Tanjung, Zaid menyampaikan penanaman sudah memasuki periode kedua yang saat ini pemerintah desa membuat pagar sawah dengan menggunakan Dana Desa.

"Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kami yang mayoritas petani, program pertanian memang kami perhatikan, pagar sawah dari dana desa dan tahun depan untuk buat jalan tani," ujar Zaid.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments