Senin, 23 Oktober 2017

Belanja Infrastruktur di 2018 Menurun


Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:47:37 WIB


Walikota Jambi, Sy Fasha ketika meninjau pembangunan infrastruktur di Kota Jambi
Walikota Jambi, Sy Fasha ketika meninjau pembangunan infrastruktur di Kota Jambi / Amril Hidayat

JAMBI- APBD Kota Jambi tahun 2018 diperkirakan akan mengalami penurunan. Menurut Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Jambi, Deki Subianda, APBD Kota Jambi tahun 2018 diperkirakan hanya sekitar 1,4 triliun.

Angka ini menurutnya, mengalami penurunan dibanding APBD tahun 2017. “Ini karena adanya pemotongan DAU,” kata Deki.Penurunan APBD ini tentu akan berdampak pada belanja pembangunan infrastruktur di 2018 nanti. Belanja infrastruktur Kota Jambi tahun 2018 diperkirakan menurun.

Selain dana transfer pusat yang dipotong, anggaran APBD 2018 juga banyak terserap untuk Pilkada dan juga mulai berlakunya PP 18 Tentang Hak-hak Keuangan DPRD.

Disampaikan Kepala Bappeda Kota Jambi, Doni Iskandar bahwa setidaknya Pemkot Jambi harus menganggarkan untuk Pemilu sebesar Rp 40 miliar dan pemenuhan hak-hak keuangan DPRD Rp 30 miliar.

“Porsi belanja tidak langsung meningkat drastis, sehingga belanja langsung sedikit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi Fatri Suandri mengatakan, bahwa ia memprediksi anggaran untuk dinas PU tahun depan berkisar Rp 200 miliar. Dimana akan dialokasikan untuk ke Cipta Karya sebesar Rp 52 miliar, ke Bina Marga Rp 100 miliar, Pengairan Rp 22 miliar. Dan sisanya untuk operasional.

"Sebenarnya walikota inginnya untuk pengairan itu bisa mencapai Rp 50 miliar tapi kita melihat kondisi tidak memungkinkan," katanya.
Kondisi ini berbeda dari tahun 2017 ini dimana PU mendapat porsi anggaran sebesar Rp 263 miliar di mana lokasi untuk bidang ke cipta karya sebesar Rp100 miliar, bina marga Rp 128 miliar dan pengairan sebesar Rp 15 miliar. "Ini karena ada pemotongan dana transfer ke PU sebentar Rp60 miliaran," pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments